KONEQ.ID – Hotel Khas Palu mencatat okupansi atau tingkat hunian pengunjung pada awal tahun 2026 terbilang cukup stabil, trennya berkisar 80-90% dari ketersediaan 50 kamar tipe delux. Penerapan layanan yang fleksibel dianggap berkontribusi terhadap daya saingnya di Kota Palu.
Hal tersebut disampaikan oleh Sales Executive Hotel Khas Palu, Maria Magdalena, yang diwawancarai usai jumpa pers program “Berkah Ramadhan”, di Restoran Kaluku Hotel Khas Palu, pada Jumat (13/2/2026).
KHAS Hotels berada di bawah naungan Hotel Indonesia Group (HIG), merupakan jaringan operator hotel milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikelola oleh PT Hotel Indonesia Natour. Hotel Khas Palu terhitung baru berjalan setahun lebih setelah peresmiannya pada akhir tahun 2024 lalu.
“Di awal tahun ini kami lumayan cukup stabil untuk penggunaan kamar. Kami membaca data traffic pengunjung itu rata-rata yang melakukan perjalanan bisnis, pengunjung yang biasanya transit di Palu,” ujar Maria.
Ia menjelaskan bahwa program early checkin menjadi keunggulan Hotel Khas Palu karena menyesuaikan jadwal maskapai yang kebanyakan pada pagi hari. Menurutnya, hal tersebut menjadi solusi bagi kebutuhan pengunjung dengan mobilitas tinggi.
“Kami lihat pengunjung terfasilitasi dengan early checking. Program ini ada sejak awal Hotel Khas Palu dibuka. Umumnya kan hotel checkin jam 2 siang. Bedanya di sini kami bisa jam 7 pagi,” ungkapya.
Maria menambahkan, Hotel Khas Palu juga memberikan fasilitas antar-jemput ke bandara dan menyediakan sarapan dari jam 5 pagi. Menurutnya, layanan tersebut menjadi keunggulan dan kebutuhan tersendiri.
Sementara itu, ditanyakan terkait pengaruh efisiensi anggaran terhadap perhotelan, Maria mengakui beberapa segmen lumayan berkurang seperti kegiatan pemerintahan. Namun, pihaknya juga terdorong untuk melihat peluang lainnya yang masih tersedia.
“Terkait efisiensi tidak bisa dipungkiri kami harus adaptif, karena memang beberapa segmen yang lumayan berkurang seperti kegiatan pemerintahan. Jadi kami berupaya menginisiasi dengan menyasar program korporat, komunitas lokal, bahkan secara individu seperti acara wedding, dan sebagainya,” jelasnya.
Lanjut Maria, Hotel Khas yang terbilang baru ini cukup berkesan karena mampu bersaing dengan hotel berbintang lainnya. Ia menyampaikan berbagai upaya terus dilakukan agar Hotel Khas dapat lebih dikenal masyarakat Sulawesi Tengah.
“Kami bisa bersaing dengan hotel-hotel lain. Kita juga lumayan progresif melaksanakan kegiatan-kegiatan. Harapannya, masyarakat lebih mengenal hotel khas dengan pelayanan terbaik,” pungkas Maria.
(kq/gx)

Leave a comment