Home Index Presiden Prabowo Soal Pasar Modal Indonesia: Ikuti Standar Internasional
IndexKeuangan

Presiden Prabowo Soal Pasar Modal Indonesia: Ikuti Standar Internasional

124
CEO Danantara Rosan Roeslani bersama Presiden Prabowo Subianto. (Sumber: Dok. Setkab)

KONEQ.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan Pasar Modal Indonesia agar dijalankan sesuai standar internasional, terlebih perihal transparansi. Standar yang dimaksudkan, yaitu mendorong kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, seperti disampaikan CEO Danantara Rosan Roeslani.

“Arahannya [Presiden Prabowo] bahwa bursa kita ini harus sesuai dengan standar yang paling tinggi, standar internasional yang tinggi, karena itu akan juga menciptakan kepercayaan [kepada investor],” kata Rosan dikutip dari Bloomberg, Rabu (4/2/2026).

Rosan menambahkan bahwa pembahasan tersebut tidak semata-mata merespons isu penilaian lembaga internasional MSCI atau wacana demutualisasi bursa, melainkan bagian dari upaya menyeluruh memperkuat kualitas pasar modal nasional.

“kami menyampaikan ke beliau perkembangan apa, terus apa yang dilakukan dalam rangka kita tidak hanya merespons MSCI, tapi untuk lebih meningkatkan bursa kita, [agar] capital market kita ini menjadi lebih baik, lebih transparan dan kepercayaannya juga lebih meningkat, baik dalam maupun luar negeri, gitu yang kita sampaikan,” tuturnya.

Rosan menyampaikan pertemuan dengan Prabowo ini dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebelumnya, sejumlah lembaga pemeringkat global seperti Goldman Sachs resmi menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight, yang mencerminkan kekhawatiran jika pasar saham Indonesia akan memburuk.

Selain Goldman, UBS Group AG juga memangkas rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight.

Keputusan tersebut juga sejalan dengan kekhawatiran MSCI yang menilai kurangnya kelayakan investasi imbas isu free float itu dapat memicu arus keluar lebih dari US$13 miliar jika peringkat pasar diturunkan menjadi status frontier dari emerging market.

Terbaru, Nomura, pengelola investasi asal Jepang juga turut menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya over weight, yang juga lagi-lagi diakibatkan oleh isu tersebut.

“Peringatan MSCI terkait potensi penurunan status ke frontier market datang sebagai kejutan bagi kami dan pasar,” tulis strategist Nomura, Chetan Seth, dalam catatannya, melansir Bloomberg.

(kq/gx)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexKorporat

WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun

KONEQ.ID – Sejumlah pengguna WhatsApp mengalami pemblokiran akun dalam dua pekan terakhir....

IndexPemerintah

Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi “Raja Durian Dunia”

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, berambisi menjadikan Sulteng sebagai...

IndexKorporat

The Gentlemen Klaim Rampok dan Miliki Data Digital Pertamina

KONEQ.ID – The Gentlemen merampok dan mengklaim kepemilikan data digital Pertamina, yang...

HumanioraIndex

Insiden Warga Palu Terlilit Kabel Internet: Telkom Siap Bertanggung Jawab

KONEQ.ID – Kabel jaringan internet yang semrawut dan melintang di badan jalan...