Home Keuangan Presiden Prabowo Soal Pasar Modal Indonesia: Ikuti Standar Internasional
KeuanganIndex

Presiden Prabowo Soal Pasar Modal Indonesia: Ikuti Standar Internasional

51
CEO Danantara Rosan Roeslani bersama Presiden Prabowo Subianto. Dokumentasi Setkab Koneq
CEO Danantara Rosan Roeslani bersama Presiden Prabowo Subianto. (Sumber: Dok. Setkab)

KONEQ.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan Pasar Modal Indonesia agar dijalankan sesuai standar internasional, terlebih perihal transparansi. Standar yang dimaksudkan, yaitu mendorong kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, seperti disampaikan CEO Danantara Rosan Roeslani.

“Arahannya [Presiden Prabowo] bahwa bursa kita ini harus sesuai dengan standar yang paling tinggi, standar internasional yang tinggi, karena itu akan juga menciptakan kepercayaan [kepada investor],” kata Rosan dikutip dari Bloomberg, Rabu (4/2/2026).

Rosan menambahkan bahwa pembahasan tersebut tidak semata-mata merespons isu penilaian lembaga internasional MSCI atau wacana demutualisasi bursa, melainkan bagian dari upaya menyeluruh memperkuat kualitas pasar modal nasional.

“kami menyampaikan ke beliau perkembangan apa, terus apa yang dilakukan dalam rangka kita tidak hanya merespons MSCI, tapi untuk lebih meningkatkan bursa kita, [agar] capital market kita ini menjadi lebih baik, lebih transparan dan kepercayaannya juga lebih meningkat, baik dalam maupun luar negeri, gitu yang kita sampaikan,” tuturnya.

Rosan menyampaikan pertemuan dengan Prabowo ini dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebelumnya, sejumlah lembaga pemeringkat global seperti Goldman Sachs resmi menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight, yang mencerminkan kekhawatiran jika pasar saham Indonesia akan memburuk.

Selain Goldman, UBS Group AG juga memangkas rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight.

Keputusan tersebut juga sejalan dengan kekhawatiran MSCI yang menilai kurangnya kelayakan investasi imbas isu free float itu dapat memicu arus keluar lebih dari US$13 miliar jika peringkat pasar diturunkan menjadi status frontier dari emerging market.

Terbaru, Nomura, pengelola investasi asal Jepang juga turut menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya over weight, yang juga lagi-lagi diakibatkan oleh isu tersebut.

“Peringatan MSCI terkait potensi penurunan status ke frontier market datang sebagai kejutan bagi kami dan pasar,” tulis strategist Nomura, Chetan Seth, dalam catatannya, melansir Bloomberg.

(kq/gx)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Pemprov Sulteng Komitmen Percepat Strategi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Koneq Media Integra Agung Ramadhan
PemerintahIndex

Pemprov Sulteng Komitmen Percepat Strategi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) berkomitmen mempercepat upaya penurunan...

OJK BEI dan KSEI Tuntanskan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia Koneq Media Integra
KorporatIndex

Perubahan Kebijakan Saham Free Float dan Tata Kelola Perusahaan Mulai Berlaku

KONEQ.ID – Bursa Efek Indonesi (BEI) telah melakukan penyesuaian Peraturan Bursa Nomor...

Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR BPN Nusron Wahid di UIN Datokarama Palu Koneq Media Integra Agung Ramadhan
PemerintahIndex

Menteri ATR/BPN Sebut Sulteng Baru Capai 27 Persen Sertifikasi Tanah Wakaf

KONEQ.ID –  Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkap sertifikasi...

Efendi Lakada Resegmentasi Bisnis Hotel BW Plus Coco Palu Siasati Dampak Kebijakan Anggaran Pemerintah Agung Ramadahan Koneq Media Integra
KorporatIndex

Resegmentasi Bisnis, Hotel BW Plus Coco Palu Siasati Dampak Kebijakan Anggaran

KONEQ.ID – General Manager Hotel Best Western (BW) Plus Coco Palu, Efendy...