Minggu , 15 Februari 2026
Home Pemerintah APBN 2026 Terbesar ke BGN, Kemenhan, Polri: Dana Transfer ke Daerah Menciut
PemerintahIndex

APBN 2026 Terbesar ke BGN, Kemenhan, Polri: Dana Transfer ke Daerah Menciut

51
APBN 2026 Terbesar ke BGN Kemenhan Polri Dana Transfer ke Daerah Menciut 1536x1027 11
Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat II atau Pengambilan Keputusan terhadap RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2026 di DPR RI. (Sumber: Dok. Kemenkeu)

KONEQ.ID – Pemerintah akhirnya mempublikasikan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau UU APBN Tahun Anggaran 2026 pada Rabu (7/1/2026), atau tujuh hari setelah operasional penggunaan anggaran berjalan.

Dalam aturan tersebut tercantum rincian belanja pemerintah pusat menurut organisasi dan program, yang mana di tahun anggaran 2026 ini belanja negara sebesar Rp3.842 triliun. Angka ini meroket Rp315 triliun atau 8,9% dibanding target belanja negara pada 2025 yang sebesar Rp3.527 triliun. Nominalnya juga lebih besar dibanding usulan awal pemerintah yang hanya Rp3.786 triliun.

Diketahui, pemerintah akan mengalokasikan anggaran belanja negara terbesar untuk Badan Gizi Nasional (BGN), yakni mencapai Rp268 triliun.

“Program dukungan manajemen Rp12,4 triliun, program pemenuhan gizi nasional Rp255,5 triliun,” demikian tercantum dalam lampiran UU APBN 2026, dilansir dari Bloomberg Techoz, Kamis (8/1/2026).

Di urutan kedua, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memperoleh Rp187,1 triliun. Alokasi terbesar akan digunakan untuk program modernisasi alutsista, non-alutsista, dan Sarpras Pertahanan mencapai Rp83,4 triliun. Kemudian, untuk program dukungan manajemen sebesar Rp81,4 triliun.

Di peringkat ketiga, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperoleh porsi belanja terbesar mencapai Rp146 triliun. Alokasi paling besar akan digunakan untuk program dukungan manajemen Rp73 triliun, dan program modernisasi almatsus dan sarana prasarana Polri Rp52,7 triliun.

Secara keseluruhan, pemerintah akan menggunakan belanja negara untuk belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.149 triliun membengkak hingga Rp486 triliun atau naik 18,2% dari target akhir 2025 yang sebesar Rp2.663 triliun.

Lonjakan belanja pemerintah pusat terjadi seiring meningkatnya jumlah kementerian/lembaga yang gemuk di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, anggaran transfer ke daerah (TKD) pada 2026 justru menciut menjadi Rp692,99 triliun dari acuan tahun sebelumnya yang mencapai Rp864,1 triliun. Secara rinci, anggaran TKD merosot Rp171,1 triliun atau 19,8% dibanding tahun lalu.

Berikut daftar 10 kementerian/lembaga yang memperoleh anggaran belanja negara terbesar:

  • 1. Badan Gizi Nasional Rp268 triliun
  • 2. Kementerian Pertahanan Rp187,1 triliun
  • 3. Kepolisian Negara RI Rp146 triliun
  • 4. Kementerian Pekerjaan Umum Rp118,5 triliun
  • 5. Kementerian Kesehatan Rp114 triliun
  • 6. Kementerian Agama Rp88,8 triliun
  • 7. Kementerian Sosial Rp84,4 triliun
  • 8. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Rp61,8 triliun
  • 9. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Rp56,6 triliun
  • 10. Kementerian Keuangan Rp52 triliun

(kq/gx)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Menteri Keuangan Purbaya di Kegiatan Wisuda UIi
EkoBizIndex

Sektor Swasta Punya Peran Kunci Ekspansi Ekonomi Jangka Panjang

KONEQ.ID – Sektor swasta dianggap memiliki peran kunci dalam melakukan ekspansi ekonomi...

Hotel Khas Palu Berbagi dan Sajikan Cita Rasa Berkah Ramadhan Dokumentasi Foto Agung Koneq
EkoBizIndex

Hotel Khas Palu Berbagi dan Sajikan Cita Rasa Berkah Ramadhan

KONEQ.ID – Hotel Khas Palu menyajikan “Cita Rasa Berkah Ramadhan” dengan berbagi...

Pasokan Pangan Melimpah Importir Diingatkan Tidak Mainkan Harga saat Ramadan 2026 2 1
EkoBizIndex

Pasokan Pangan Melimpah, Importir Diingatkan Tidak Mainkan Harga saat Ramadhan

KONEQ.ID – Pasokan pangan seperti beras hingga telur ayam melimpah dalam kondisi...

Talkshow Outlook Bisnis Property Sulteng 2026 PWI Sulteng 1
PemerintahIndex

Kepala BP3KP Sebut 300 Ribu Warga Sulteng Belum Punya Rumah

KONEQ.ID – Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sulawesi...