Minggu , 15 Februari 2026
Home EkoBiz APINDO Sulteng Bangun Sinergi Akses Investasi Lahan
EkoBizIndex

APINDO Sulteng Bangun Sinergi Akses Investasi Lahan

18
IMG 6758
Ketua DPP APINDO Sulteng, Wijaya Chandra berserta jajarannya. (Sumber: Retno)

KONEQ.ID – Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, kembali menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan daerah dan menarik minat investasi. Hal itu disampaikan saat temu media yang berlangsung di Melenium Waterpark Palu, Selasa (20/5/2025).

Chandra menyebut bahwa provinsi ini memiliki sedikitnya 1,1 juta hektare lahan yang siap dimanfaatkan oleh investor. Bahkan, terdapat 3,5 juta hektare lahan potensial untuk sektor peternakan, khususnya di wilayah Donggala. Selain itu, ekspor komoditas seperti kelapa ke negara seperti Vietnam menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah memiliki daya saing di pasar global.

“Saya pikir Sulteng ini punya potensi besar, hanya belum ada sinergi antara para pemegang kekuasaan dan timnya untuk membuka potensi ini kepada investor, kami mencoba menjadi penghubung, konektor dan kami juga ingin mengajak teman-teman media untuk berperan di dalamnya,” ucap Wijaya

Ia pun menyoroti peran media yang dinilai belum sepenuhnya mendukung narasi pembangunan daerah. Informasi yang disajikan oleh media lokal dinilai terlalu berfokus pada isu-isu negatif seperti kriminalitas, korupsi, dan bencana. Hal ini dapat menciptakan citra daerah yang kurang kondusif bagi investor, sehingga menurunkan minat investasi.

Dalam hal ini Chandra menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, media, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan dan menarik investasi. Penguatan sektor pariwisata, pemanfaatan sumber daya alam, serta promosi komoditas unggulan menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi daerah dan mengurangi angka pengangguran.

“Dulu saya sempat lihat di berita sulteng ada informasi harga komoditas beras, sambal, cengkeh, cokelat, dan lainnya. Tapi sekarang sudah tidak ada, sekarang semua berita online isinya soal begal, korupsi, kebakaran, banjir, dan sebagainya,” ungkapnya

Chandra memandang bahwa potensi ekonomi yang sangat besar di Sulaqesi Tengah belum dimanfaatkan secara optimal karena lemahnya koordinasi antarpemangku kepentingan.

(kq/rn)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Menteri Keuangan Purbaya di Kegiatan Wisuda UIi
EkoBizIndex

Sektor Swasta Punya Peran Kunci Ekspansi Ekonomi Jangka Panjang

KONEQ.ID – Sektor swasta dianggap memiliki peran kunci dalam melakukan ekspansi ekonomi...

Hotel Khas Palu Berbagi dan Sajikan Cita Rasa Berkah Ramadhan Dokumentasi Foto Agung Koneq
EkoBizIndex

Hotel Khas Palu Berbagi dan Sajikan Cita Rasa Berkah Ramadhan

KONEQ.ID – Hotel Khas Palu menyajikan “Cita Rasa Berkah Ramadhan” dengan berbagi...

Pasokan Pangan Melimpah Importir Diingatkan Tidak Mainkan Harga saat Ramadan 2026 2 1
EkoBizIndex

Pasokan Pangan Melimpah, Importir Diingatkan Tidak Mainkan Harga saat Ramadhan

KONEQ.ID – Pasokan pangan seperti beras hingga telur ayam melimpah dalam kondisi...

Talkshow Outlook Bisnis Property Sulteng 2026 PWI Sulteng 1
PemerintahIndex

Kepala BP3KP Sebut 300 Ribu Warga Sulteng Belum Punya Rumah

KONEQ.ID – Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sulawesi...