Home EkoBiz APINDO Sulteng Bangun Sinergi Akses Investasi Lahan
EkoBizIndex

APINDO Sulteng Bangun Sinergi Akses Investasi Lahan

50
IMG 6758
Ketua DPP APINDO Sulteng, Wijaya Chandra berserta jajarannya. (Sumber: Retno)

KONEQ.ID – Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, kembali menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan daerah dan menarik minat investasi. Hal itu disampaikan saat temu media yang berlangsung di Melenium Waterpark Palu, Selasa (20/5/2025).

Chandra menyebut bahwa provinsi ini memiliki sedikitnya 1,1 juta hektare lahan yang siap dimanfaatkan oleh investor. Bahkan, terdapat 3,5 juta hektare lahan potensial untuk sektor peternakan, khususnya di wilayah Donggala. Selain itu, ekspor komoditas seperti kelapa ke negara seperti Vietnam menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah memiliki daya saing di pasar global.

“Saya pikir Sulteng ini punya potensi besar, hanya belum ada sinergi antara para pemegang kekuasaan dan timnya untuk membuka potensi ini kepada investor, kami mencoba menjadi penghubung, konektor dan kami juga ingin mengajak teman-teman media untuk berperan di dalamnya,” ucap Wijaya

Ia pun menyoroti peran media yang dinilai belum sepenuhnya mendukung narasi pembangunan daerah. Informasi yang disajikan oleh media lokal dinilai terlalu berfokus pada isu-isu negatif seperti kriminalitas, korupsi, dan bencana. Hal ini dapat menciptakan citra daerah yang kurang kondusif bagi investor, sehingga menurunkan minat investasi.

Dalam hal ini Chandra menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, media, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan dan menarik investasi. Penguatan sektor pariwisata, pemanfaatan sumber daya alam, serta promosi komoditas unggulan menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi daerah dan mengurangi angka pengangguran.

“Dulu saya sempat lihat di berita sulteng ada informasi harga komoditas beras, sambal, cengkeh, cokelat, dan lainnya. Tapi sekarang sudah tidak ada, sekarang semua berita online isinya soal begal, korupsi, kebakaran, banjir, dan sebagainya,” ungkapnya

Chandra memandang bahwa potensi ekonomi yang sangat besar di Sulaqesi Tengah belum dimanfaatkan secara optimal karena lemahnya koordinasi antarpemangku kepentingan.

(kq/rn)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

OJK BEI dan KSEI Tuntanskan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia Koneq Media Integra
KorporatIndex

Perubahan Kebijakan Saham Free Float dan Tata Kelola Perusahaan Mulai Berlaku

KONEQ.ID – Bursa Efek Indonesi (BEI) telah melakukan penyesuaian Peraturan Bursa Nomor...

Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR BPN Nusron Wahid di UIN Datokarama Palu Koneq Media Integra Agung Ramadhan
PemerintahIndex

Menteri ATR/BPN Sebut Sulteng Baru Capai 27 Persen Sertifikasi Tanah Wakaf

KONEQ.ID –  Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkap sertifikasi...

Efendi Lakada Resegmentasi Bisnis Hotel BW Plus Coco Palu Siasati Dampak Kebijakan Anggaran Pemerintah Agung Ramadahan Koneq Media Integra
KorporatIndex

Resegmentasi Bisnis, Hotel BW Plus Coco Palu Siasati Dampak Kebijakan Anggaran

KONEQ.ID – General Manager Hotel Best Western (BW) Plus Coco Palu, Efendy...

Archipelago International Hotel Aston Palu Sajikan Autentik Street Food Seoul Koneq Media Integra Hotel Aston Palu Sijeuni Palu
KorporatIndex

Archipelago International-Hotel Aston Palu Sajikan Autentik Street Food Seoul

KONEQ.ID – Hotel Aston Palu menyajikan cita rasa autentik street food Seoul,...