Home Index Pidato Prabowo di WEF 2026, Perdamaian sebagai Arah Masa Depan Indonesia
IndexPemerintah

Pidato Prabowo di WEF 2026, Perdamaian sebagai Arah Masa Depan Indonesia

79
Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

KONEQ.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan melalui pemerintahan yang bersih, reformasi struktural, serta peran aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Penegasan tersebut disampaikan dalam pidato kunci Presiden Prabowo pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) waktu setempat.

Dalam pidatonya yang dilansir dari Indonesia Defense, Presiden Prabowo menekankan esensi kepemimpinan adalah menghadirkan perubahan nyata bagi rakyat, khususnya kelompok paling rentan.

Presiden menyatakan misi utama pemerintahannya adalah memberantas korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan sebagai fondasi kesejahteraan nasional.

“Jika kaum miskin dan kaum lemah dapat tersenyum dan tertawa, itu berarti mereka memiliki harapan. Itulah misi saya sekarang,” ujarnya.

Di bidang ketahanan pangan, Presiden Prabowo menyampaikan capaian strategis nasional berupa keberhasilan mencapai swasembada beras hanya dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal empat tahun. Prabowo optimis capaian serupa dapat diwujudkan untuk komoditas pangan lainnya.

“Saya yakin dalam empat tahun ke depan, kita akan swasembada dalam jagung, gula, dan protein,” katanya.

Ia juga menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap integrasi ekonomi global melalui perluasan perjanjian perdagangan dan kemitraan ekonomi internasional yang saling menguntungkan.

“Kita adalah negara perdagangan selama ratusan tahun. Perdagangan yang adil bukan ancaman bagi kedaulatan,” tutur Prabowo.

Menutup pidato, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia dan pelestarian lingkungan.

“Indonesia memilih perdamaian daripada kekacauan. Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” tandasnya.

(kq/gx)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

LPEM UI Anjurkan Penyesuaian Harga BBM Subsidi Hingga Pemberian BLT Rp140 T

KONEQ.ID – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) menganjurkan...

IndexKeuangan

Rilis APBN KiTa Ditunda, Pengamat: Keterbukaan Informasi Sebagai Kepercayaan Publik

KONEQ.ID – Keterbukaan informasi mengenai kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)...

HumanioraIndex

Tiongkok Masuk Musim Terindah Wisata Perkotaan Hingga Pedesaan

KONEQ.ID – Setiap bulan Mei, Tiongkok memasuki salah satu musim terindah. Ini...

HumanioraIndex

Sanya Asian Beach Games 2026: Indonesia Raih Medali 1 Emas dan 2 Perak

KONEQ.ID – Indonesia berhasil membawa pulang satu medali emas dan dua perak...