KONEQ.ID – Riset Mandiri Institute menyebutkan konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 54% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Aktivitas ekonomi tersebut menjadi “bantalan pelindung” dalam meredam guncangan eksternal di tengah tantangan dinamika global.
Namun, untuk menjaga hal itu, penguatan kualitas lapangan kerja bagi kelompok masyarakat di zona transisi, dinilai mendesak guna mendorong mobilitas ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
Hasil analisis Tim Ekonom Bank Mandiri tersebut menunjukkan, struktur demografi ekonomi Indonesia tengah mengalami pergeseran signifikan.
Tercatat, 86 juta orang atau 1 dari 3 penduduk Indonesia tergolong kelompok Kelas Menengah Transisi atau Transitional Middle Class. Kelompok yang mencakup Upper Aspiring Middle Class (AMC) dan Lower Middle Class (MC) ini memiliki karakteristik mobilitas yang sangat dinamis namun rentan.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, dinamika di kelompok transisi ini menjadi tantangan bagi penguatan struktur ekonomi nasional.
“Tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat di zona transisi memiliki daya dorong yang cukup untuk terus naik ke level ekonomi yang lebih mapan secara berkelanjutan,” ujar Asmo, sapaan akrab Andry Asmoro, dalam keterangan resminya, dikutip Senin (13/4/2026)
Dalam kajian Mandiri Institute, kualitas pekerjaan menjadi pembeda utama antara kelas menengah transisi dengan kelompok di atasnya.
Meskipun lebih dari 50% kelompok transisi telah terserap di sektor formal, angka ini masih terpaut jauh dengan selisih 28 poin persentase dibandingkan kelompok kelas menengah yang lebih mapan.
Disparitas ini membatasi kemampuan masyarakat dalam melakukan akumulasi aset dan memperlebar kerentanan jika terjadi guncangan ekonomi.
Kualitas Pendapatan
Rendahnya kualitas pendapatan ini tercermin dari struktur pengeluaran kelompok Upper AMC dan Lower MC yang masih didominasi oleh kebutuhan primer. Alokasi terbesar dihabiskan untuk mobilitas (20%), perumahan (13%), dan tagihan rutin (10%).
Sementara itu, porsi untuk peningkatan kesejahteraan (well-being) seperti kesehatan dan pendidikan mencapai 15%. Kondisi ini menyisakan ruang konsumsi sekunder seperti lifestyle, barang elektronik, dan barang tahan lama yang sangat terbatas, yakni hanya sekitar 18%.
Asmo menekankan pentingnya memusatkan langkah strategis pada penguatan kualitas lapangan kerja melalui keunggulan berkelanjutan di sektor-sektor produktif.
Upaya tersebut perlu didorong melalui perbaikan daya saing investasi dan kemudahan berusaha yang didukung oleh stimulus fiskal untuk mendorong ekspansi sektor riil serta menciptakan kesempatan kerja yang berkualitas atau good jobs.
Hasil estimasi Mandiri Institute menunjukkan, terdapat lebih dari 2 juta penduduk kelompok transisi yang sebenarnya siap naik menjadi kelas menengah. Didukung oleh kualitas pekerjaan yang relatif stabil, daya beli yang tangguh, dan kepemilikan buffer asset yang baik, mereka memiliki resiliensi dan potensi yang lebih tinggi.
“Namun, perluasan lapangan kerja ini harus diimbangi dengan upaya peningkatan produktivitas pekerja, yang menjadi kunci utama untuk menaikkan pendapatan secara riil dan berkelanjutan,” pungkas Asmo.
**
Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment