Home Humaniora Tiongkok Masuk Musim Terindah Wisata Perkotaan Hingga Pedesaan
HumanioraIndex

Tiongkok Masuk Musim Terindah Wisata Perkotaan Hingga Pedesaan

101
"Kota Terlarang", Beijing, Tiongkok. (Sumber: CGTN/VCG)

Sebagai contoh di Zhengzhou, pengunjung tidak hanya sekadar lewat, tetapi juga menyewa Hanfu dan berpartisipasi dalam fotografi jalanan bergaya kuno. Sementara di Taiyuan, para gamer dari seluruh dunia datang untuk berdiri di depan arsitektur kuno nyata yang muncul dalam video game Black Myth: Wukong.

Selain itu juga di Fuzhou, daya tariknya adalah pegunungan pesisir dan warisan budaya yang tenang; di Yiwu, daya tariknya adalah kemegahan pasar grosir terbesar di dunia.

“Ini adalah perjalanan berbasis kontribusi publik, dikurasi secara real-time, dengan tujuan bukan lagi sekadar mengunjungi tempat-tempat terkenal, tetapi menjalani hidup secara mendalam dan imersif – tai chi pagi di taman, pesta tengah malam di pasar malam, dan mengirimkan kotak-kotak berisi penemuan kembali ke rumah.

Negara ini bukan sebagai narasi tunggal, tetapi sebagai “mozaik,” dalam definisi Xiaohongshu, di mana pengunjung Rusia mencari kehangatan tropis Sanya, warga Asia Tenggara mengejar salju Harbin, dan warga Eropa menelusuri Jalur Sutra melalui Xi’an dan Shanxi.

Cara Baru Bersiwata

Tren wisatawan Tiongkok yang hanya mengikuti keramaian ke kota-kota besar mulai memudar. Pada Hari Buruh bulan Mei ini, tren yang paling menonjol adalah “pariwisata terbalik,” dan tren ini telah sepenuhnya menjadi arus utama.

Data Ctrip dan Tongcheng Travel mengungkapkan bahwa pemesanan untuk destinasi tingkat daerah kabupaten telah melonjak 128% dari tahun ke tahun. Wisatawan kategori famili tidak lagi berebut tempat di kota-kota besar.

Sebaliknya, mereka melarikan diri ke Pulau Pingtan di Fujian untuk menikmati rumah-rumah batu di tepi lautnya, bersantai di lorong-lorong kuno Jianshui, Yunnan, atau menikmati suasana malam yang diterangi lentera di Pingyao, Shanxi.

Keinginan itu sama di berbagai budaya, yaitu untuk menemukan orisinalitas, yang tenang, yang indah – dan tinggal untuk sementara waktu.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6 Persen di 2027, Menkeu Proyeksikan 2,4 juta Lapangan Kerja Baru

KONEQ.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 2,4 juta lapangan kerja...

IndexPemerintah

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama...

HumanioraIndex

POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Tekankan Prestasi dan Sportivitas

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Pekan...

IndexKeuangan

OJK Sebut Kontribusi Pindar Untuk UMKM Semakin Meningkat

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kontribusi Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending)...