Home EkoBiz Jualan Bunga Hias Segar, Tarik Perhatian Pengunjung Area Vatulemo
EkoBizIndex

Jualan Bunga Hias Segar, Tarik Perhatian Pengunjung Area Vatulemo

97
Pelaku usaha Bunga Hias Segar di Area Vatulemo Palu. (Sumber: Retno)

KONEQ.ID Area Taman Vatulemo di sekitar Kantor Wali Kota Palu memiliki berbagai daya tarik perhatian pengunjung. Mulai dari aktivitas rekreasi, olahraga, hingga lapak jualan masyarakat. Salah satunya yang menarik, usaha bunga hias segar, MyBlooms.

Febris pelaku usaha bunga hias segar, memulai usaha tersebut kurang dari 6 bulan lalu menceritakan, bahwa idenya berasal dari melihat konten di media sosial yang menunjukkan bunga segar bisa dijual.

Pembeli didominasi remaja putri rela antrian menunggu bunganya dirangkai menjadi flower bar. Bunga hias segar dijual dengan harga yang cukup terjangkau, Rp5.000 hingga Rp15.000 per tangkai. Penjualan bunga hias segar ini mampu mencapai 500 tangkai, dengan omset sekitar 4-5 juta rupiah per bulan.

“Terinspirasi dari FYP TikTok, saya lihat seru dan indah banyak bunga, jadi mulai dari situ saya cari-cari info suplayer bunga yang dari jawa, karena di sana banyak suplayer. Setelah infonya sesuai, saya langsung buat Fresh Flower di Palu,” jelas Febris, Rabu (15/01/2025).

Febris menjelaskan bahwa dirinya juga menyukai dan memiliki hobi terhadap bunga. Bahkan punya keahlian dalam merangkai bunga. Hal itulah yang kemudian membuka peluang ekonomi baginya. Berbagai jenis bunga segar yang ditawarkan, seperti bunga nismara, pikok, bacardi, puma, krisan, garbera, sedap malam, mawar, matahari, dan hydrangea.

“Saya suka bunga juga, karena dari jurusan biologi jadi suka tumbuh tumbuhan dan fresh flower yang masih jarang di Palu, bahkan hampir tidak ada. Jadi buat usaha begini menurutku bagus, karena ada potensi juga”, katanya.

Lanjut Febris, usaha ini memang penuh dengan tantangan dan dinamika. Awalnya, ia membuka lapak bunga di Kawasan Huntap Talise, sebuah lokasi yang memang lebih tenang dan jauh dari keramaian, namun melihat peluang yang lebih besar di lokasi yang ramai Febris memutuskan untuk pindah ke area Vatulemo.

“Saya menjual bunga dari akhir bulan Juni 2024. Awal buka di Hutap Talise beberapa bulan, terus pindah mulai menjual di Vatulemo karena lebih ramai daripada di Huntap Talise. Kalau di Vatulemo tidak ada biaya tempat menjual yang penting kita jaga kebersihan masing-masing saja dan kebetulan dapat izin juga dari korlap di sini,” terangnya.

Ia berharap dengan adanya Fresh Flower ini, Myblooms (nama usaha) jadi inspirasi bagi teman-teman yang ingin menjual bunga. Menurutnya tidak masalah kalau ada yang mau menjual bunga sepertinya, karena ia merasa bahwa dirinya dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.

(kq/rn)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

HumanioraIndex

PWI Morut Gelar UKW Perdana, Dorong Peran Strategis Media dan Profesionalitas Wartawan

KONEQ.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Morowali Utara (Morut) menggelar kegiatan...

IndexKeuangan

LPS Ungkap 15 Juta Warga RI Usia Produktif Tak Punya Rekening Bank

KONEQ.ID – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan hingga saat ini masih ada...

IndexPemerintah

Gubernur Sulteng Jajaki Peluang Ekspor dan Wisata di Pasar Timur-Tengah

KONEQ,ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menjajaki peluang kerja sama...

EkoBizIndex

Ketergantungan Impor Energi Jadi Bukti Kerentanan Ekonomi Indonesia

KONEQ.ID – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) menyatakan...