Home Index Gubernur Sulteng Genjot Target Produksi Padi Capai 6 Ton per Hektar
IndexPemerintah

Gubernur Sulteng Genjot Target Produksi Padi Capai 6 Ton per Hektar

58
Gubernur Anwar Hafid memimpin rapat di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP), Kabupaten Sigi, Selasa (14/7/2026).

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan Program Berani Panen Raya menjadi prioritas utama dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Ia pun menggenjot target produksi padi mencapai 6 ton per hektar.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern (PMAAS) dan Program Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2026 di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP), di Desa Maku, Kecamatan Dolo, Sigi, Selasa (14/7/2026).

Menurut Anwar Hafid, Sulawesi Tengah mendapat mandat strategis dalam Asta Cita Presiden sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menindaklanjutinya melalui Program Berani Panen Raya yang menjadi arah pembangunan pertanian daerah.

“Kalau pemerintah pusat menargetkan produktivitas hingga 10 ton per hektare, maka semangat Berani Panen Raya adalah mendorong petani Sulawesi Tengah terus meningkatkan hasil panennya. Yang terpenting adalah produktivitas naik dan kesejahteraan petani ikut meningkat,” ujar Anwar dalam keterangannya.

Saat ini produktivitas rata-rata padi Sulawesi Tengah masih berada di kisaran 4 ton per hektare. Melalui Program Berani Panen Raya, Pemprov Sulteng menargetkan rata-rata produksi meningkat menjadi 6 ton per hektare pada 2027.

Menurutnya, target tersebut realistis jika seluruh pemangku kepentingan bekerja secara terpadu.

“Kalau rata-rata Sulawesi Tengah bisa mencapai 6 ton per hektare, kita sudah memberi kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,” kata Anwar.

Program Berani Panen Raya, lanjut Anwar, tidak hanya berfokus meningkatkan produktivitas sawah yang sudah ada, tetapi juga mendukung pengembangan petani baru melalui program cetak sawah.

Ia mengingatkan bahwa meningkatnya alih fungsi lahan menjadikan program cetak sawah baru sebagai kebutuhan mendesak untuk menjaga produksi pangan daerah.

Selain peningkatan produksi, Anwar juga menekankan pentingnya modernisasi pertanian melalui penerapan teknologi, mekanisasi, dan digitalisasi agar pertanian Sulawesi Tengah mampu bersaing dengan daerah maupun negara lain.

“Tujuan akhir dari Berani Panen Raya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi menghadirkan kesejahteraan bagi petani Sulawesi Tengah,” tegasnya.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6 Persen di 2027, Menkeu Proyeksikan 2,4 juta Lapangan Kerja Baru

KONEQ.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 2,4 juta lapangan kerja...

IndexPemerintah

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama...

HumanioraIndex

POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Tekankan Prestasi dan Sportivitas

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Pekan...

IndexKeuangan

OJK Sebut Kontribusi Pindar Untuk UMKM Semakin Meningkat

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kontribusi Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending)...