KONEQ.ID – Pasar saham domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), berpeluang konsolidasi merespons positif pidato Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR terkait RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan.
Dalam laporan Ipot News, pidato tersebut dinilai memberikan arah kebijakan ekonomi yang lebih jelas, terutama mengenai asumsi makro, seperti pertumbuhan ekonomi 6,0 persen, inflasi 2,5 persen, dan nilai tukar Rp17.500 per dolar AS, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun 6,9 persen.
Pengamat Pasar Modal, Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai kepastian arah kebijakan fiskal memberi kepercayaan tambahan bagi pelaku pasar. Menurutnya, pidato Presiden memberikan pandangan yang lebih jelas mengenai arah kebijakan ekonomi Indonesia.
“Hal ini menjadi katalis positif bagi IHSG yang berpeluang konsolidasi menguat dengan support di 6.230-6.029 dan resistance di 6.462-6.705,” ujar Hans dalam ulasannya dikutip Selasa (18/8/2026).
Dari pasar global, indeks saham Amerika Serikat melemah di akhir pekan. Kekhawatiran investor terhadap valuasi tinggi saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) menekan sektor teknologi, termasuk saham perusahaan chip.
Padahal, menurut Hans, laba agregat perusahaan S&P 500 naik 52 persen pada kuartal kedua, sebagian besar didorong oleh Amazon, Microsoft, dan perusahaan besar lainnya yang berfokus pada AI.
Lebi lanjut, data nonfarm payrolls AS yang turun 23.000 pada Juli serta inflasi yang sesuai ekspektasi menurunkan peluang kenaikan suku bunga September. Sebagian besar analis memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50 persen – 3,75 persen.
“Data tenaga kerja yang lemah membuka peluang The Fed menahan suku bunga hingga akhir tahun, dengan opsi kenaikan baru di Oktober atau Desember,” kata Hans.
Sementara itu, saham-saham Eropa ditutup lebih rendah karena kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik menekan sentimen positif dari laporan keuangan yang tetap kuat.
Adapun harga minyak berjangka naik, Jumat (14/8), akibat serangan terhadap kapal tanker dan belum adanya kemajuan dalam kesepakatan damai AS-Iran.
**
Editor: Agung Ramadhan












Leave a comment