Minggu , 12 April 2026
Home Index Sulawesi Tengah Dominasi Investasi Hilirisasi Tahun 2025 Mencapai Rp110 Triliun
IndexPemerintah

Sulawesi Tengah Dominasi Investasi Hilirisasi Tahun 2025 Mencapai Rp110 Triliun

80
Kawasan Industri di Morowali. (Sumber: Dok. Pemkab. Morowali)

KONEQ.ID – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) mencatat Sulawesi Tengah menjadi daerah provinsi di Indonesia yang mendominasi nilai investasi terbesar dari sektor hilirisasi, sebesar Rp110 triliun pada 2025.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani mengatakan, tingginya investasi di sektor hilirisasi turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah. Bahkan, pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut berada di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ini berkat faktor hilirisasi yang juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Misalnya, di Sulawesi Tengah, saat ini pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 5 persen. Wilayah ini mampu mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen,” ucap Rosan dalam konferensi pers di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, dikutip dari IDN Times, Jumat (16/1/2026).

Rosan mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah didorong oleh dua wilayah utama, Morowali dan Morowali Utara, yang didominasi oleh komoditas nikel. Hal ini menyebabkan hilirisasi dalam jumlah besar. Selain menciptakan lapangan kerja, hilirisasi juga mendongkrak perekonomian lokal.

“Investasi terkonsentrasi di dua daerah ini karena potensi sumber daya alam yang besar. Dengan hilirisasi, perekonomian Sulawesi Tengah meningkat tajam,” ujarnya.

Secara keseluruhan realisasi investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 43,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan kinerja positif ini, pemerintah bertekad terus menggenjot hilirisasi komoditas ekspor sumber daya alam agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

“Ini nilai tambah yang kita mau capture di Indonesia. Kenapa mau kita capture? Karena memang dampak secara ekonomi berkali-kali lipat,” ujar Rosan.

(kq/gx)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

IndexKorporat

BSN Palu Dialog dengan Media Lokal, Dorong Penguatan Keuangan Syariah

KONEQ.ID – Bank Syariah Nasional (BSN) Palu melakukan dialog dengan media lokal...

IndexKeuangan

Saham Big Banks Menguat di Akhir Pekan, Analis: Pengaruh Nilai Tukar Rupiah

KONEQ.ID – Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks kompak menguat dengan...

IndexPemerintah

HUT ke-24 Parigi Moutong, Gubernur Sulteng Ajak Perkuat Komitmen Bangun Daerah

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, memperingati perayaan Hari Ulang...

IndexKorporat

Garuda Indonesia Audiensi Ke Pemkot Palu, Dorong Kolaborasi Dukungan Penerbangan

KONEQ.ID – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Palu melakukan audiensi...