Minggu , 12 April 2026
Home Index OJK, BEI, dan KSEI Tuntaskan Empat Agenda Transparansi Pasar Modal Indonesia
IndexKeuangan

OJK, BEI, dan KSEI Tuntaskan Empat Agenda Transparansi Pasar Modal Indonesia

27
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (Sumber: Dok. OJK)

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menuntaskan empat agenda penguatan transparansi pasar modal Indonesia, yang juga merupakan bagian dari proposal yang telah diajukan kepada Global Index Providers, termasuk MSCI.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam sosialisasi capaian reformasi transparansi Pasar Modal Indonesia yang diselenggarakan di Gedung BEI pada Kamis (2/4/2026) bersama jajaran OJK, Direksi BEI, dan Direksi KSEI.

“Keempat agenda ini merupakan bagian dari 8 rencana aksi percepatan reformasi integritas Pasar Modal Indonesia yang telah dicanangkan oleh OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) pada tanggal 1 Februari 2026 lalu,” ungkap Hasan dalam keterangan tertulis.

Adapun agenda tersebut, (1) penyediaan data kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas 1 persen kepada publik; (2) Implementasi pengumuman High Shareholding Concentration (HSC); (3) penguatan granularity klasifikasi investor dalam data kepemilikan saham KSEI, menjadi total 39 klasifikasi dan tipe investor; dan (4) Kenaikan batas minimum free float menjadi 15 persen melalui penyesuaian Peraturan BEI Nomor I-A.

Selain itu, terdapat penguatan transparansi dalam bentuk pengaturan mengenai adanya ketersediaan data Pemilik Manfaat dari pemegang saham Perusahaan Tercatat dengan kepemilikan 10 persen atau lebih.

“Dengan demikian, empat proposal yang diajukan oleh pihak Indonesia kepada Global Index Providers sudah diselesaikan dan tuntaskan sesuai target yang dicanangkan. Selanjutnya, kami akan melanjutkan komunikasi dan engagement yang konstruktif dengan Global Index Providers, serta menghimpun feedback dari kalangan investor,” jelas Hasan.

Lebih lanjut, Hasan menyatakan bahwa kebijakan yang ditempuh OJK bersama SRO dalam penyelesaian keempat proposal tersebut selaras dengan standar/praktik di berbagai yurisdiksi global. Bahkan, dalam beberapa aspek, Indonesia berada pada posisi yang lebih unggul dalam hal transparansi dan granularity informasi, di antaranya terkait ketersediaan data kepemilikan pemegang saham di atas 1 persen.

“Keempat proposal penguatan transparansi ini diharapkan akan dapat mendorong likuiditas yang lebih sehat serta meningkatkan kualitas price discovery di pasar saham domestik. Selain itu juga dapat turut menjaga kepercayaan investor serta mendongkrak kredibilitas dan daya tarik pasar modal Indonesia di tingkat global,” tandasnya.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

IndexKorporat

BSN Palu Dialog dengan Media Lokal, Dorong Penguatan Keuangan Syariah

KONEQ.ID – Bank Syariah Nasional (BSN) Palu melakukan dialog dengan media lokal...

IndexKeuangan

Saham Big Banks Menguat di Akhir Pekan, Analis: Pengaruh Nilai Tukar Rupiah

KONEQ.ID – Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks kompak menguat dengan...

IndexPemerintah

HUT ke-24 Parigi Moutong, Gubernur Sulteng Ajak Perkuat Komitmen Bangun Daerah

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, memperingati perayaan Hari Ulang...

IndexKorporat

Garuda Indonesia Audiensi Ke Pemkot Palu, Dorong Kolaborasi Dukungan Penerbangan

KONEQ.ID – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Palu melakukan audiensi...