Home Index Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral
IndexPemerintah

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral

47
Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, bersama perwakilan Duta besar Jerman. (Foto: Pemprov Sulteng)

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama strategis dengan Pemerintah Jerman dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, perikanan, serta pengelolaan sumber daya mineral.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, Reny A. Lamadjido, saat menerima kunjungan kerja Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (26/08/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Reny menyampaikan, bahwa kunjungan Kedutaan Besar Jerman menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kerja sama kedua negara, khususnya dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan berbasis pengelolaan sumber daya alam Sulawesi Tengah.

“Insya Allah kita akan membangun kerja sama di bidang pertanian, perkebunan, perdagangan, maupun perikanan. Sulawesi Tengah memiliki potensi yang besar dan membutuhkan kolaborasi untuk mengembangkan potensi tersebut secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Sulawesi Tengah memiliki wilayah yang luas dengan 12 kabupaten dan satu kota, serta memiliki berbagai komoditas unggulan yang berpotensi dikembangkan, salah satunya kakao.

Berdasarkan data produksi, Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah penghasil kakao dengan produksi mencapai sekitar 126.516 ton pada tahun 2025.

Namun, pengembangan komoditas tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti penurunan produktivitas akibat kondisi tanah, tanaman yang sudah tua, serangan hama, perubahan cuaca ekstrem, alih fungsi lahan, hingga keterbatasan pembinaan dan penerapan teknologi budidaya.

Menurut Wagub, pemerintah daerah terus mencari solusi melalui penguatan model pertanian berkelanjutan, termasuk melalui kerja sama dengan mitra internasional.

Selain kakao, Wagub juga menyampaikan potensi pengembangan komoditas kelapa dan hilirisasi produk perkebunan. Pemprov Sulteng mendorong pembangunan industri pengolahan agar hasil perkebunan memiliki nilai tambah.

“Semua bagian dari komoditas harus memiliki nilai ekonomi. Dengan hilirisasi, masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah tetapi mendapatkan manfaat yang lebih besar,” katanya.

Wagub juga menekankan pentingnya penguatan rantai pasok pertanian, keterlibatan sektor swasta, BUMN, BUMD, serta koperasi Merah Putih dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah.

Sementara itu, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemprov Sulteng. Ia menegaskan komitmen Jerman untuk terus memperkuat hubungan kerja sama ekonomi dengan Indonesia, termasuk memperluas peluang kerja sama dengan Sulawesi Tengah.

Ralf Beste mengatakan, hubungan kerja sama antara Jerman dan Indonesia telah terjalin selama kurang lebih 70 tahun dan terus berkembang di berbagai bidang. Menurutnya, Sulteng memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi, khususnya pada sektor pertanian, perkebunan, serta pengelolaan sumber daya alam.

Selain sektor pertanian dan perkebunan, Duta Besar Jerman juga menyoroti potensi kerja sama di bidang mineral yang menjadi salah satu sektor unggulan Sulteng.

Kedutaan Besar Jerman, kata dia, siap memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha Jerman dengan mitra lokal di Sulawesi Tengah untuk menjajaki peluang investasi yang saling menguntungkan.

“Kerja sama ini tidak hanya mencakup pertanian dan perkebunan, tetapi juga sektor mineral. Kami siap membantu mencocokkan peluang bisnis yang ada di Sulawesi Tengah dengan perusahaan-perusahaan Jerman yang memiliki ketertarikan untuk berinvestasi,” ujar Ralf Beste.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penguatan kemitraan strategis antara Sulawesi Tengah dan Jerman melalui investasi berkelanjutan, pertukaran pengetahuan, transfer teknologi, serta pengembangan industri berbasis potensi unggulan daerah.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6 Persen di 2027, Menkeu Proyeksikan 2,4 juta Lapangan Kerja Baru

KONEQ.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 2,4 juta lapangan kerja...

HumanioraIndex

POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Tekankan Prestasi dan Sportivitas

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Pekan...

IndexKeuangan

OJK Sebut Kontribusi Pindar Untuk UMKM Semakin Meningkat

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kontribusi Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending)...

IndexKeuangan

QRIS Gratis Biaya Transaksi bagi Semua Merchant Mulai 1 Oktober 2026

KONEQ.ID – Bank Indonesia (BI) mengumumkan perluasan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR)...