Home Index Kemenpar Perkuat Langkah Strategis Wisata Kesehatan, Tetapkan 18 RS Percontohan
IndexPemerintah

Kemenpar Perkuat Langkah Strategis Wisata Kesehatan, Tetapkan 18 RS Percontohan

59
Rapat Koordinasi dan Identifikasi Pengembangan Ekosistem Usaha Wisata Kesehatan, di Jakarta, Rabu (22/7). (Foto: Kemenpar)

KONEQ.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat langkah pengembangan wisata kesehatan (health tourism) melalui penyusunan strategi bersama lintas sektor, termasuk penetapan 18 rumah sakit sebagai proyek percontohan.

Pembahasan strategis ini turut melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), serta perwakilan rumah sakit.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, mengatakan pengembangan wisata kesehatan memerlukan sinergi yang kuat antara sektor kesehatan dan sektor pariwisata agar Indonesia mampu menghadirkan layanan yang kompetitif bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Inisiatif ini telah dibangun sejak penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan. Kini saatnya memperkuat kolaborasi antara industri pariwisata dan industri kesehatan agar mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung,” ujar Rizki dalam keterangannya dikutip Jumat (24/7/2026)

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Menurut Rizki, tren kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus berkembang. Tidak hanya berorientasi pada layanan kuratif, tetapi juga mencakup layanan promotif, preventif, dan kebugaran.

“Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata kebugaran, khususnya di pasar domestik, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata kesehatan sebagai salah satu produk unggulan pariwisata,” katanya.

Adapun sejumlah rumah sakit yang masuk dalam proyek percontohan, antara lain RS Pondok Indah, Hermina Kemayoran, BIMC Nusa Dua, Mayapada Lebak Bulus, Siloam Semanggi, RS Pondok Indah Bintaro, dan Siloam Karawaci.

Kedelapan belas rumah sakit tersebut juga akan dimuat dalam katalog wisata kesehatan yang tengah disusun Kementerian Pariwisata dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026 sebagai salah satu media promosi layanan wisata kesehatan Indonesia.

Rizki menambahkan, pengembangan wisata kesehatan tidak hanya berfokus pada fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun ekosistem yang terintegrasi dengan berbagai pelaku industri pariwisata.

“Tahapan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem wisata kesehatan yang terintegrasi melalui kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan, pelaku usaha pariwisata, dan berbagai pemangku kepentingan terkait,” kata Rizki.

Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, dr. Yanti Herman, mengatakan rumah sakit yang ditetapkan sebagai proyek percontohan akan diminta melakukan penilaian mandiri.

Menurut Yanti, rumah sakit yang memenuhi kriteria dan berkomitmen dalam pengembangan wisata kesehatan akan memperoleh berbagai bentuk dukungan, antara lain promosi fasilitas pelayanan kesehatan, pelatihan dan pendampingan menuju standar pelayanan internasional, serta berbagai kemudahan fiskal maupun nonfiskal.

“Semoga kita semua terus bersemangat membangun ekosistem wisata medis Indonesia sehingga mampu menjadi destinasi yang semakin diperhitungkan di kancah global,” kata Yanti.

**

Editor: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6 Persen di 2027, Menkeu Proyeksikan 2,4 juta Lapangan Kerja Baru

KONEQ.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 2,4 juta lapangan kerja...

IndexPemerintah

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama...

HumanioraIndex

POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Tekankan Prestasi dan Sportivitas

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Pekan...

IndexKeuangan

OJK Sebut Kontribusi Pindar Untuk UMKM Semakin Meningkat

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kontribusi Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending)...