KONEQ.ID – Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah (Sulteng), Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si. menyesalkan oknum pendaftar beasiswa yang menyalahgunakan program “Berani Cerdas”. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Jumpa Pers di Kantor Bappeda Sulteng, Selasa (15/4/2026).
Firmanza mengungkapkan bahwa terdapat pihak-pihak yang telah melakukan kecurangan dalam pendaftaran beasiswa “Berani Cerdas”. Pendaftar melakukan manipulasi dokumen persyaratan, seperti data Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) serta surat pernyataan tidak menerima beasiswa dari pihak lain.
“Terus terang ada yang kita dapatkan penerima beasiswa yang sudah tidak aktif kuliah tetapi masih juga ingin menerima (mendaftar). Jadi ada oknum-oknum tertentu yang bisa memanfaatkan keadaan ini” ungkap Firmanza.
Untuk mengatasi hal tersebut, Firmanza menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Sulteng akan menyalurkan dana beasiswa melalui pihak kampus mahasiswa masing-masing.
“Sebelumnya sistemnnya itu langsung bayar ke penerima manfaat, yaitu mahasiswa yang bersangkutan. Tetapi di tahun ini kita ubah melalui pihak kampus. Dengan tiga persyaratan, penerima adalah mahasiswa aktif, memiliki standar nilai IPK, dan sedang tidak menerima beasiswa dari pihak lain,” terangnya.
Firmanza mengakui bahwa pihaknya tidak memiliki akses untuk mengetahui data dan keadaan mahasiswa. Oleh karena itu, Ia berharap adanya perubahan skema penyaluran beasiswa melalui kampus ini dapat berjalan lebih efektif.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Pendidikan Sulteng Firmanza menjelaskan secara keseluruhan program Berani Cerdas ini terdiri dari beberapa item, seperti Bantuan Operasional Daerah (BOSDA) sebanyak Rp40miliar kepada 460 sekolah SMA/SMK dan SLB baik negeri maupun swasta.
Adapun bantuan biaya Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Praktik Kerja Industri (Prakerin) bagi siswa SMK sebagai syarat kelulusan siswa. Selain itu bantuan seragam bagi siswa yang kurang mampu senilai Rp16miliar, serta bantuan digitalisasi pendidikan berupa layanan internet Starlink untuk sekolah yang tersebar di 12 titik.
**
Penulis: Nurul Hikmah | Editor: Agung Ramadhan

Leave a comment