Home EkoBiz Survei LPEM FEB UI Menilai Ekonomi Indonesia Cenderung Memburuk
EkoBizIndex

Survei LPEM FEB UI Menilai Ekonomi Indonesia Cenderung Memburuk

305
Balai Purnomo Prawiro, Kampus UI Depok. (Sumber: Dok. FEB UI)

KONEQ.ID – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menilai bahwa kondisi ekonomi domestik cenderung memburuk atau paling tidak tetap stabil tanpa kemajuan.

Survei LPEM FEB UI memiliki sampel yang terdiri dari 85 ahli ekonomi dengan berbagai latar belakang, dari akademisi, lembaga penelitian, think tanks, sektor swasta, dan organisasi/institusi multinasional.

Dalam laporan bertajuk Survei LPEM Ahli Ekonomi Semester I-2026 disebutkan 41 responden (48%), menilai kondisi ekonomi Indonesia lebih buruk dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, 32 responden (38%) tidak melihat adanya perbaikan maupun penurunan. Hanya 12 responden (14%) yang menilai kondisi saat ini sudah membaik.

“Secara umum, survei ini menunjukkan pandangan yang berhati-hati di kalangan para pakar. Banyak responden menilai bahwa kondisi ekonomi memburuk atau tetap stagnan, sementara tekanan inflasi semakin dipandang sebagai kekhawatiran,” ungkap keterangan dalam dokumen survei tersebut, dikutip Minggu (15/3/2026).

Selanjutnya, rata-rata respons sebesar -0,39 mencerminkan kecenderungan para ahli menilai perekonomian saat ini sedang memburuk, dengan skor keyakinan yang tinggi sebesar 7,37 dari 10.

Hasil tersebut masih konsisten dengan persepsi survei sebelumnya pada Oktober dan Maret 2025 menunjukkan setelah tiga survei berturut-turut dalam rentang 18 bulan, para ahli masih meyakini kondisi perekonomian Indonesia tidak kunjung membaik.

Melansir investor.id, Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafmi mengatakan, para ekonom melihat adanya kendala serius dalam mesin pertumbuhan ekonomi. Beberapa poin utamanya, yaitu tekanan inflasi, lalu kenaikan harga pangan, dan energi global mulai menggerus daya beli masyarakat di dalam negeri. Selain itu, pasar kerja lebih sulit, ini berdampak langsung pada terhambatnya pertumbuhan upah dan pendapatan rumah tangga.

“Ada sinyal-sinyal bahwa pemerintah ingin meminimalisir swasta, sehingga membuat lingkungan bisnis saat ini lebih buruk, yang bisa berdampak pada tertahannya ekspansi investasi,” ungkapnya.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6 Persen di 2027, Menkeu Proyeksikan 2,4 juta Lapangan Kerja Baru

KONEQ.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 2,4 juta lapangan kerja...

IndexPemerintah

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama...

HumanioraIndex

POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Tekankan Prestasi dan Sportivitas

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Pekan...

IndexKeuangan

OJK Sebut Kontribusi Pindar Untuk UMKM Semakin Meningkat

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kontribusi Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending)...