KONEQ.ID – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu, Lukman, mengatakan pasokan terbatas dan permintaan yang tinggi membuat kenaikan harga ikan cukup drastis dalam beberapa bulan terkahir hingga memasuki bulan ramadhan saat ini.
“Kita mengalami kesulitan mendapatkan ikan dengan harga yang wajar. Sebelumnya dengan Rp20.000 kita bisa dapat enam ekor ikan ukuran sedang, tapi sekarang hanya bisa memperoleh tiga ekor dengan jumlah uang yang sama,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/02/2026).
Lukman menerangkan sebagai contohnya, Ikan katombo, yang cukup familiar di Kota Palu sebelumnya dapat dibeli dengan harga sekitar Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram, namun saat ini harganya melonjak mencapai Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram.
Menurutnya, kenaikan harga ini juga dilihat dari sisi produksi tangkapan ikan yang menurun karena faktor cuaca.
“Banyak nelayan yang tidak melaut karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Berdasarkan informasi dari para nelayan hasil tangkapan memang sedang sangat minim,” kata Lukman.
Ia juga menyebut terdapat kecenderungan naiknya permintaan saat memasuki bulan Ramadan. Hal tersebut mempengaruhi ketidakseimbangan antara pasokan yang terbatas dan permintaan yang tinggi sehingga mendorong kenaikan harga.
“Berdasarkan informasi yang saya dapat di Pasar Lasoani, jenis ikan yang paling banyak diserbu masyarakat adalah ikan-ikan kecil. Kalau orang palu bilang ikan goreng-goreng, ikan jenis ini cepat habis di pasaran. Sementara itu ikan katombo atau ikan ekor kuning kurang diminati karena harganya yang sudah relatif mahal,” terang Lukman.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Ketahanan Pangan DPKP Kota Palu, Sutikno Teguh Asparianto menambahkan, bahwa upaya menstabilkan harga pangan terus dilakukan, salah satunya pada harga ikan katombo yang kini tercatat Rp40.000 per kilogram.
“Dengan harga saat ini, ikan katombo sudah mendekati normal meski fluktuatif menjelang hari raya, Gerakkan Pangan Murah (GPM) akan menghadirkan produk yang harga subsidi di bawa rata-rata untuk memastikan pasokan stabil,” tutup Sutikno.
**
Penulis: Retno Rerung | Editor: Agung Ramadhan

Leave a comment