KONEQ.ID – Pemerintah Kota Palu melalui Plt. Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Rahmat Mustafa, menerima kunjungan delegasi Myanmar dalam rangka Community-Based Settlement Rehabilitation and Reconstruction Project (CSRRP). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Walikota Palu, Ruang Rapat Bantaya, pada Rabu (25/2/2026).
Pertemuan diskusi dua arah ini bertujuan untuk menemukan solusi praktis dalam penanganan pascabencana di kawasan Asia Tenggara. Hal ini relevan karena Myanmar dan Indonesia, khususnya Kota Palu, memiliki risiko bencana geologis yang serupa.
Rahmat Mustafa dalam sambutannya mewakili Wali Kota Palu menyampaikan, bahwa Kota Palu memiliki sejarah panjang terkait bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi. Sejak peristiwa tersebut, Kota Palu secara bertahap mulai bangkit melalui berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P).
“Melalui pertemuan ini, diharapkan masing-masing pihak, baik Pemerintah Kota Palu maupun delegasi dari Myanmar, dapat saling berbagi praktik baik, seperti strategi pembangunan hunian tetap (Huntap), pemulihan infrastruktur vital, serta penguatan ketahanan masyarakat melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Rahmat.
Lebih lanjut, Rahmat menyampaikan bahwa kedatangan delegasi Myanmar memberikan kesempatan untuk mempelajari tantangan spesifik lokalitas, sehingga pengalaman tersebut dapat dijadikan acuan berharga dalam upaya membangun kawasan yang lebih tangguh terhadap bencana.
Kunjungan tersebut difasilitasi oleh The World Bank sebagai simbol dan komitmen untuk saling memperkuat hubungan antara kedua kota dari dua negara, khususnya dalam bidang rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Diharapkan kunjungan ini memberikan kesan yang mendalam dan bertransformasi menjadi persahabatan yang abadi, serta menjadi penanda awal bagi terwujudnya kerja sama yang lebih erat dan berkelanjutan di masa mendatang,” tutup Rahmat.
**
Penulis: Retno Rerung | Editor: Agung Ramadhan

Leave a comment