KONEQ.ID – Sektor swasta dianggap memiliki peran kunci dalam melakukan ekspansi ekonomi jangka panjang. Olehnya, kombinasi peran pemerintah dan swasta sebagai dua mesin pertumbuhan. Hal tersebut diyakini oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya optimistis siklus bisnis perekonomian akan mengalami ekspansi hingga 2033 mendatang. Bila dapat dimanfaatkan dengan baik, maka ekspansi bisnis perekonomian diperkirakan tumbuh kisaran 7% hingga 7,5%.
“Nanti kalau sudah 7% pasti ada strategi untuk mengubah struktur perekonomian, sekarang belum jalankan sekarang adalah men-drive pertumbuhan secara optimal dulu,” katanya kepada awak media dikutip Kontan, Jumat (13/2/2026).
Fase ekspansi biasanya dapat berlangsung dengan pertumbuhan sekitar 7%–10%, lalu diikuti periode resesi sekitar satu tahun sebelum kembali memasuki fase ekspansi berikutnya.
Ia mencontohkan, Indonesia terakhir mengalami fase ekspansi panjang sejak 2009 hingga 2020, kemudian masuk ke periode resesi, dan kini kembali berada dalam fase ekspansi. Nah untuk saat ini, fase ekspansi diperkirakan berlangsung sejak 2023 hingga 2033 mendatang.
Purbaya juga membeberkan, pihaknya mampu mendorong fase ekspansi bisnis perekonomian hingga 10 tahun mendatang tanpa membebani defisit APBN.
Berkaca pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pertumbuhan ekonomi sempat mencapai sekitar 6%, defisit APBN berhasil turun signifikan dari kisaran 100% menjadi sekitar 23.
Menurutnya, penurunan tersebut terjadi karena sektor swasta menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi. Ia menambahkan, dengan mengombinasikan peran pemerintah dan sektor swasta sebagai dua mesin pertumbuhan, maka rasio utang dapat dijaga tetap relatif datar sementara ekonomi tumbuh lebih cepat.
“Jadi tugas saya itu, mikirin itu saja,” tambahnya.
(kq/gx)
Leave a comment