KONEQ.ID – Dewan Komisaris dan Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai penjabat Direktur Utama BEI, seiring dengan kekosongan pemimpin Bursa usai Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya.
Hal tersebut diungkap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang mengatakan bahwa akan ada penunjukkan Dirut BEI definitif yang mengarah pada sosok Jeffrey. Jeffrey menjadi petinggi BEI yang hadir bersama pemerintah dan OJK di Wisma Danantara pada Sabtu (31/01/2026).
“Sekarang Pjs [pejabat sementara], nanti sebentar enggak lama, Senin dijadikan, pejabat fix definitif,” kata Purbaya dikutip dari Bloomberg,
Penunjukan Jeffrey Hendrik dilakukan melalui mekanisme internal di BEI melalui rapat direksi dan telah disetujui dewan komisaris.
Dalam kesempatan itu, Jeffrey Hendrik memastikan operasional BEI akan berjalan normal. Begitu pun proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen diklaim tidak akan terganggu sama sekali.
“Kami menegaskan komitmen untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia, tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” tuturnya.
Sebagai informasi, latar belakang pendidikan Jeffrey merupakan Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti pada 1995. Jeffrey memiliki rekam jejak panjang di dunia pasar modal. Ia menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI melalui RUPST pada 29 Juni 2022, sebelum akhirnya kini ditunjuk sebagai bos BEI baru.
Sebelum bergabung dengan BEI, ia berkarier di berbagai perusahaan swasta. Jeffrey memulai karier di PT Zone Pratama (1994-1996), kemudian melanjutkan sebagai Corporate Finance PT Transpacific Securindo (1996-1999). Ia lalu menjabat Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas (1999-2022).
(kq/gx)
Leave a comment