Minggu , 15 Februari 2026
Home Pemerintah Pidato Prabowo di WEF 2026, Perdamaian sebagai Arah Masa Depan Indonesia
PemerintahIndex

Pidato Prabowo di WEF 2026, Perdamaian sebagai Arah Masa Depan Indonesia

21
Prabowo Subianto di World Economic Forum 2026 Indonesia Defese Koneq
Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

KONEQ.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan melalui pemerintahan yang bersih, reformasi struktural, serta peran aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Penegasan tersebut disampaikan dalam pidato kunci Presiden Prabowo pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) waktu setempat.

Dalam pidatonya yang dilansir dari Indonesia Defense, Presiden Prabowo menekankan esensi kepemimpinan adalah menghadirkan perubahan nyata bagi rakyat, khususnya kelompok paling rentan.

Presiden menyatakan misi utama pemerintahannya adalah memberantas korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan sebagai fondasi kesejahteraan nasional.

“Jika kaum miskin dan kaum lemah dapat tersenyum dan tertawa, itu berarti mereka memiliki harapan. Itulah misi saya sekarang,” ujarnya.

Di bidang ketahanan pangan, Presiden Prabowo menyampaikan capaian strategis nasional berupa keberhasilan mencapai swasembada beras hanya dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal empat tahun. Prabowo optimis capaian serupa dapat diwujudkan untuk komoditas pangan lainnya.

“Saya yakin dalam empat tahun ke depan, kita akan swasembada dalam jagung, gula, dan protein,” katanya.

Ia juga menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap integrasi ekonomi global melalui perluasan perjanjian perdagangan dan kemitraan ekonomi internasional yang saling menguntungkan.

“Kita adalah negara perdagangan selama ratusan tahun. Perdagangan yang adil bukan ancaman bagi kedaulatan,” tutur Prabowo.

Menutup pidato, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia dan pelestarian lingkungan.

“Indonesia memilih perdamaian daripada kekacauan. Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” tandasnya.

(kq/gx)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Menteri Keuangan Purbaya di Kegiatan Wisuda UIi
EkoBizIndex

Sektor Swasta Punya Peran Kunci Ekspansi Ekonomi Jangka Panjang

KONEQ.ID – Sektor swasta dianggap memiliki peran kunci dalam melakukan ekspansi ekonomi...

Hotel Khas Palu Berbagi dan Sajikan Cita Rasa Berkah Ramadhan Dokumentasi Foto Agung Koneq
EkoBizIndex

Hotel Khas Palu Berbagi dan Sajikan Cita Rasa Berkah Ramadhan

KONEQ.ID – Hotel Khas Palu menyajikan “Cita Rasa Berkah Ramadhan” dengan berbagi...

Pasokan Pangan Melimpah Importir Diingatkan Tidak Mainkan Harga saat Ramadan 2026 2 1
EkoBizIndex

Pasokan Pangan Melimpah, Importir Diingatkan Tidak Mainkan Harga saat Ramadhan

KONEQ.ID – Pasokan pangan seperti beras hingga telur ayam melimpah dalam kondisi...

Talkshow Outlook Bisnis Property Sulteng 2026 PWI Sulteng 1
PemerintahIndex

Kepala BP3KP Sebut 300 Ribu Warga Sulteng Belum Punya Rumah

KONEQ.ID – Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sulawesi...