KONEQ.ID – Riuh Raya Fest memproyeksikan optimis pertumbuhan ekonomi kreatif di Palu mampu bergerak positif dengan melihat tingginya animo belanja masyarakat terhadap hiburan dan gaya hidup, termasuk pada kegiatan festival.
Mulyana Razak selaku promotor Riuh Raya Fest menyampaikan secara umum kondisi ekonomi memang tampak lesu, tetapi di sektor hiburan dan gaya hidup itu berbeda karena memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri.
“Mayoritas masyarakat (audiens) di sini masih berani spending uang untuk gaya hidup. Perekonomian memang terlihat lesu, tapi di sisi lain, membeli gaya hidup itu dilakukan di sini,” ungkap Mulyana saat konferensi pers Riuh Raya Fest, Minggu (18/1/2026)
Ia juga mengungkapkan proyeksi perputaran ekonomi dari penyelenggaraan Riuh Raya Fest ini sekitar Rp800 Juta. Hal tersebut menurutnya tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat berkolaborasi dalam kegiatan ini.
“Berdasarkan forecast yang kami hitung, perputaran ekonomi yang kami prediksi nilainya lumayanlah, mungkin berkisar Rp800jutaan. Kebanyakan sponsor kami dalam bentuk supporting dan kolaborasi pihak swasta”, kata Mulyana.
Riuh Raya Fest menjadi pembuka kegiatan ekonomi kreatif tahun ini di Palu, yang akan berlangsung di Area Parkir Timur Palu Grand Mall pada 31 Januari 2026.
Kegiatan ini memiliki rangkaian acara yang utamanya konser musik dengan menghadirkan sejumlah penampil tamu, yaitu Rocket Rockers, Lomba Sihir, Qiwe Kapten, dan Marissa Sutanto. Sementara penampil dari Palu, Sakaya, Rakesh, Sweet Layla, dan beberapa lainnya.
“Kami berharap semua bisa dapat keuntungan atau manfaat dari event ini. Selain itu juga diharapkan bersama teman-teman media kita bisa saling berbagi insight dari market di palu khususnya dalam hal penyelenggaraan event kreatif seperti ini,“ ujar Mulayana.
(kq/gx)
Leave a comment