KONEQ.ID – Vice President Content Netflix Southeast Asia, Malobika Banerji, mengungkapkan bahwa mayoritas atau lebih dari 90% anggota Netflix di Indonesia tercatat menonton konten (film) lokal sepanjang 2025.
Malobika mengatakan apresiasi penonton Indonesia terhadap karya kreator lokal terasa sangat mengharukan. Menurutnya, pencapaian ini tidak hanya ditujukan kepada para pembuat film dan serial, tetapi juga kepada Netflix yang konsisten menghadirkan cerita-cerita Indonesia ke layar global. Data ini, kata dia, baru pertama kali dipublikasikan ke publik.
“Dulu sering terdengar anggapan bahwa Indonesia hanya menyukai konten impor dan tidak tertarik menonton cerita lokal,” ujar Malobika dalam acara Netflix dilansir dari Bloomberg Techno, Kamis (15/1/2026).
Ia mengingatkan bahwa pada periode 2018–2019, mayoritas anggota Netflix di Indonesia masih didominasi tontonan film Hollywood dan serial Korea. Perubahan signifikan ini menjadi bukti kuat hasil kerja sama jangka panjang Netflix dengan komunitas kreatif lokal serta tim produksi di lapangan.
Namun, ia menegaskan anggapan tersebut terbantahkan ketika cerita yang dihadirkan nyambung dengan kehidupan penonton Indonesia.
Masuk Global Top 10 Film dan Serial Non-Bahasa Inggris
Menurut Malobika, keberhasilan konten lokal di dalam negeri juga berdampak global. Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 35 cerita lokal berhasil masuk dalam daftar Global Top 10 Film dan Serial Non-Bahasa Inggris Netflix, menandakan minat penonton dunia terhadap cerita dari Indonesia.
Saat ini, Netflix memprogram tayangan untuk sekitar 302 juta rumah tangga di 190 negara. Platform tersebut menyediakan subtitle dan sulih suara dalam lebih dari 30 bahasa sebagai bagian dari ambisi membangun penawaran hiburan global lintas budaya dan bahasa.
Pendekatan ini, lanjut Malobika, membuat Netflix sulit didefinisikan dengan satu jenis film atau serial tertentu. Keragaman audiens yang sangat besar mendorong Netflix untuk selalu mengedepankan variasi dan kualitas, karena definisi hiburan yang menyenangkan berbeda bagi setiap orang.
Sejumlah judul Indonesia disebut menjadi contoh kuat resonansi cerita lokal, seperti The Most Beautiful Girl In The World yang menghadirkan nuansa komedi romantis klasik, serta Abadi Nan Jaya yang menampilkan kisah zombie dengan sentuhan khas Indonesia dan berhasil menembus pasar global, termasuk disukai penonton di 75 negara.
Netflix juga mencatat antusiasme penonton terhadap format baru, salah satunya serial Ipar Adalah Maut, yang membuktikan format sinetron dapat berkembang di platform digital.
Capaian ini menegaskan bahwa ketika penonton melihat cerita yang terasa dekat dengan diri mereka, konten lokal mampu hidup di layar dan di hati, sekaligus bersaing di panggung internasional.
(kq/gx)
Leave a comment