KONEQ.ID – Presiden Prabowo Subianto akan menambah anggaran riset perguruan tinggi dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun di tahun 2026. Penambahan dana riset ini terhitung meningkat 218 persen dalam setahun pemerintahan berjalan.
Hal tersebut telah disampaikan saat presiden bertemu dengan rektor dan guru besar sejumlah perguruan tinggi yang berlangsung selama tiga jam di Istana Negara.
“Dalam forum tadi, bapak presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp4 triliun, yang harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dikutip, Kamis (15/01/2026).
Presiden Prabowo memberi pesan akan riset-riset yang dilakukan di perguruan tinggi selaras dengan program dan kebijakan pemerintah. Ia berharap dana riset tersebut ditujukan untuk memperkuat swasembada pangan, swasembada energi, dan mempersiapkan industrialisasi serta hilirisasi.
Menurut Prasetyo, presiden berharap riset-riset tersebut juga mampu menopang dan memperkuat belasan proyek hilirisasi dan energi Danantara yang akan mulai pelaksanaan groundbreaking secara masif tahun ini.
Hal yang sama disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Tinggi Brian Yuliarto soal rencana keterlibatan perguruan tinggi pada 18 proyek strategis Danantara. Menurut dia, presiden memang ingin perguruan tinggi memberikan dukungan melalui riset yang kuat agar proyek-proyek tersebut berhasil.
“Tadi sesuai arahan bahwa kita akan membangun cukup banyak industri yang akan dilokomotifi oleh Danantara mulai dari industri waste to energy kemudian hilirisasi mineral, hilirisasi pangan dan sebagainya,” ujar dia.
Selain riset, menurut Brian, diharapkan perguruan tinggi bisa menghasilkan SDM berkualitas untuk bekerja pada proyek-proyek strategis Danantara tersebut.
“Ini saatnya perguruan tinggi bisa berkontribusi bagi negara dalam bentuk menghasilkan SDM unggul dan juga riset serta inovasi,” ujar dia.
Di samping itu, Wakil Menteri Diktisaintek Stella Chistie juga mengungkapkan dana riset mengalami peningkatan hingga 218 persen dalam satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo.
“Di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, dana riset Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu meningkat 218 persen, 218 persen. Ini banyak sekali peningkatannya dalam satu tahun di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Stella.
Selain peningkatan anggaran, Stella juga mengatakan bahwa pemerintah memperjuangkan kebijakan baru yang dinilai krusial bagi para peneliti. Mulai tahun ini, dosen peneliti yang memenangkan hibah riset dari Kemdiktisaintek akan memperoleh insentif finansial yang diberikan langsung kepada penelitinya.
(kq/gx)
Leave a comment