Home Humaniora Aktivasi Rumah Adat Souraja Berdampak Terhadap Ekonomi Lokal
HumanioraIndex

Aktivasi Rumah Adat Souraja Berdampak Terhadap Ekonomi Lokal

51
EQOZ MEDIA Mehdiantara Datupalinge selaku pengelola Rumah Adat Souraja FOTO Rivaldi eqozmedia.id scaled 1
Pengelola Rumah Adat Souraja, Mehdiantara Datupalinge. (Sumber: Rivaldi)

KONEQ.ID – Aktivasi situs cagar budaya Banua Oge atau juga dikenal Rumah Adat Souraja, turut memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar maupun daerah melalui upaya pelestarian budaya dan aktivitas pariwisata.

Mehdiantara Datupalinge selaku pengelola Rumah Adat Souraja mengatakan, bahwa selain terdapat nilai-nilai leluhur yang harus dijaga sebagai sejarah kearifan lokal, juga perlu pemberdayaan masyarakat secara kolektif, sehingga berdampak dan memberikan manfaat lainnya.

“Persiapan konsumsi, makanan dan jajanan ringan biasanya saya berdayakan khusus warga sekitar Souraja”, ungkap Mehdiantara, Sabtu (18/01/2024).

Menurutnya, situs cagar budaya ini memberikan dampak positif terhadap sisi ekonomi masyarakat. Sebagai contoh kegiatan Posalia Bunua Oge mampu menghadirkan 500 wisatawan yang dianggap turut berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat setempat.

“itu dalam tiga hari, wisatawan bisa mencapai 500 orang bahkan 1000 orang di malam puncak acara. Dengan begitu, pelaku UMKM di kegiatan akan merasakan langsung dampak perputaran ekonomi”, ujarnya.

Sementara itu, Meliayana, seorang warga yang tinggal dekat dari Souraja mengakui, bahwa kegiatan yang diselenggarakan di situs cagar budaya Banua Oge Souraja sangat berdampak terhadap aktifitas ekonomi setempat.

“Biasannya kalau ada tamu yang berkunjung, kalau untuk makanan atau kue-kue pengelola situs langsung pesan dengan kami warga sekitaran situ. Jadi meningkat juga perputaran ekonomi kami warga sekitaran banua oge “, ujarnya.

Mehdiantara juga menegaskan Langkah ini menjadikan Banua Oge sebagai contoh bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Ia berharap kedepannya, khusus Pemerintah dinas kebudayaan dapat memberikan dukungan dan lebih memperhatikan sarana dan prasarana situs cagar budaya Banua Oge Souraja.

“Sarana dan prasarana seperti air, tempat buang air kecil dan keamanannya, dalam tujuh sapta Pesona itu adalah faktor utama agar wisatawan yang berkunjung dapat merasakan kenyamanan dan keindahan”, pungkas Mehdiantara.

(kq/rv)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

OJK BEI dan KSEI Tuntanskan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia Koneq Media Integra
KorporatIndex

Perubahan Kebijakan Saham Free Float dan Tata Kelola Perusahaan Mulai Berlaku

KONEQ.ID – Bursa Efek Indonesi (BEI) telah melakukan penyesuaian Peraturan Bursa Nomor...

Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR BPN Nusron Wahid di UIN Datokarama Palu Koneq Media Integra Agung Ramadhan
PemerintahIndex

Menteri ATR/BPN Sebut Sulteng Baru Capai 27 Persen Sertifikasi Tanah Wakaf

KONEQ.ID –  Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkap sertifikasi...

Efendi Lakada Resegmentasi Bisnis Hotel BW Plus Coco Palu Siasati Dampak Kebijakan Anggaran Pemerintah Agung Ramadahan Koneq Media Integra
KorporatIndex

Resegmentasi Bisnis, Hotel BW Plus Coco Palu Siasati Dampak Kebijakan Anggaran

KONEQ.ID – General Manager Hotel Best Western (BW) Plus Coco Palu, Efendy...

Archipelago International Hotel Aston Palu Sajikan Autentik Street Food Seoul Koneq Media Integra Hotel Aston Palu Sijeuni Palu
KorporatIndex

Archipelago International-Hotel Aston Palu Sajikan Autentik Street Food Seoul

KONEQ.ID – Hotel Aston Palu menyajikan cita rasa autentik street food Seoul,...