KONEQ.ID – Sektor ketahanan pangan Indonesia mencatatkan sejarah baru dengan rekor tertinggi stok beras nasional yang saat ini mencapai 3,9 juta ton.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Polri, yang turut dihadiri oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, di Jakarta Utara, Jumat (13/3/2026).
Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,9 juta ton—posisi tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia Merdeka. Angka ini bahkan diprediksi akan terus meningkat dan melampaui 4,3 juta ton pada akhir bulan ini.
Data tersebut menjadi dasar bagi Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo untuk menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Polri melalui jaringannya di seluruh Indonesia berkomitmen membantu Bulog mendistribusikan 80.000 ton beras serta puluhan ribu kiloliter minyak goreng per bulan guna memastikan harga tetap terjangkau dan ketersediaan barang merata di seluruh pelosok negeri.
“Kami berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan kepada masyarakat. Kita jamin ketersediaan pangan cukup, stabilitas harga menjadi bagian terpenting agar terjangkau oleh semua,” tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo dilansir dari keterangan Humas Polri.
Dirut Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan, bahwa target serapan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton akan membuat stok akhir tahun diproyeksikan mencapai lebih dari 5 juta ton. Kondisi surplus ini merupakan bagian dari program besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
Selain beras, pemerintah juga menyiapkan pasokan minyak goreng sebesar 43.000 kiloliter per bulan serta stok gula yang mencukupi guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idulfitri.

Leave a comment