KONEQ.ID – Persipal Palu menerima kekalahan telak saat bertandang melawan PSIS Semarang dengan hasil skor 1-6. Duel Persipal kontra PSIS dalam laga pekan ke-22 Liga 2 Championship 2025/2026 ini berlangsung di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (29/3/2026) malam.
Hasil pertandingan ini memberikan pukulan keras terhadap para pendukung Persipal Palu. Pasalnya, bukan hanya persoalan selisih skor hasil pertandingan, tetapi juga Persipal menempati posisi terakhir sebagai juru kunci grup dengan ketertinggalan poin yang terbilang cukup jauh.
Luapan kritik tajam pun tidak terhindarkan dan dapat terlihat dari interaksi warganet di akun resmi media sosial Instagram @persipal_palu. Sejumlah komentar menyinggung persipal dengan pesona tim degradasi. Bahkan warganet juga menyarankan pembubaran klub.
“Bubarin saja tim ini malu maluin, udah gabisa main di home sendiri, main kalah terus pula,” tulis @baguspmbdii_
Komentar lainnya juga dari @crab.9120223, menurutnya, pihak manajemen tim Persipal Palu terkesan anti kritik.
“Cuman butuh klub sepakbola yang bisa memajukan sepakbola sulteng, tidak perlu salahkan pemain ini itu, lihat saja bagaimana manajemen mengelola tim ini, dikritik sedikit malah disuruh beli saham,” ungkapnya.
Kemenangan PSIS atas Persipal ini, tidak hanya membuat Laskar Mahesa Jenar sukses mempertahankan tren positif di laga sebelumnya, namun terutama PSIS mampu keluar dari zona merah dengan menggeser Persiba Balikpapan yang harus turun menemani Persipal Palu.
Sementara kekalahan ini membuat Persipal semakin terpuruk di dasar klasemen dengan hanya memiliki 7 poin dari hasil imbang dan belum pernah meraih kemenangan dari sepanjang 22 pertandingan. Selanjutnya tersisa 5 pertandingan di musim ini dan akan berakhir pada Mei 2026 mendatang.
Sebagai tambahan informasi dilansir dari Jawa Pos, Persipal Palu klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah ini dikabarkan tengah berada dalam proses penjualan kepada seorang pengusaha asal Jakarta.
Keterangan tersebut pertama kali mencuat melalui laporan NusaLiga, yang dikatakan bahwa proses administrasi sudah berjalan dan kesepakatan awal antara kedua pihak dikabarkan segera difinalisasi.
Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang dirilis manajemen terkait kabar penjualan tersebut. Situasi ini membuat berbagai asumsi berkembang di media sosial, terutama di kalangan pendukung setia Laskar Tadulako.
Isu akuisisi klub sepak bola memang bukan hal baru di Indonesia. Langkah tersebut umumnya dilakukan dengan pertimbangan finansial dan keberlanjutan kompetisi.
**
Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment