KONEQ.ID – Pemerintah Daerah Kota Palu (Pemkot Palu) memantau ketat harga pangan melalui inspeksi mendadak (Sidak) di pasar tradisional. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga di momen Ramadhan ini, terutama menjelang Lebaran Idul Fitri.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin memimpin Sidak ke Pasar Masomba Palu bersama tim Satgas Pangan untuk melakukan peninjauan langsung kondisi pasar guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Imelda menilai harga bahan pokok di Kota Palu relatif stabil. Namun juga terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti cabai rawit, ikan, gula, dan telur.
“Untuk cabai rawit harganya saat ini berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram. Komoditas lain seperti tomat masih aman di harga Rp5.000 sampai Rp6.000 per kilogram, cabe keriting dan bawang putih juga sudah mengalami penurunan harga,” ujarnya saat Sidak di Pasar Masomba Palu, Selasa (03/03/2026) .
Lebih lanjut, Imelda menjelaskan adanya kenaikan harga ikan katombo dan ayam. Selain itu juga kenaikan terjadi pada komoditas gula menjadi Rp19.000 per kilogram, yang diperkirakan karena meningkatnya kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sementara itu, Pemkot Palu berupaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui Gerakan Pasar Murah (GPM) dengan memberikan subsidi bahan pokok seperti, bawang merah, cabai rawit, telur, minyak goreng, gas, dan beras.
“Subsidi harga telur dari Rp65.000 menjadi Rp55.000. Subsidi selalu potongan Rp5.000 per kilogram atau per liter, dan tergantung jenis komoditas. Jadi misalkan di sini Rp50.000, berarti di sana kita jual Rp45.000,” terang Imelda.
Ia melanjutkan, bahwa untuk memastikan tidak adanya penimbunan bahan pokok atau kenaikan harga, Pemkot Palu melakukan pengawasan dan bertindak tegas terhadap distributor dan pangkalan, termasuk distributor gas dan bahan pokok lainnya.
“Sidak akan terus dilakukan, terutama terhadap distributor maupun pangkalan gas yang menjual di atas harga yang telah ditetapkan. Untuk itu saya harap masyarakat bijak dalam berbelanja dan tidak panik buying,” tutup Imelda.
**
Penulis: Retno Rerung | Editor: Agung Ramadhan

Leave a comment