KONEQ.ID – Masyarakat menyerbu ketersediaan sembako subsidi dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng), di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulteng, pada Rabu (4/3/2026).
Penyelenggaraan GPM ini direspon penuh antusiasme masyarakat untuk berbelanja sembako dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasaran.
Salah seorang pembeli sembako, Anti (49), mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut, terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Namun demikian, ia juga menyayangkan tidak semua kebutuhan dapat terpenuhi meski telah datang lebih awal.
“Saya datang jam delapan pagi tapi dapat nomor antrean terakhir. Kalau tidak cepat datang mungkin tidak kebagian. Tadi juga saya mau beli beras, tapi sudah kehabisan. Untungnya saya masih dapat telur dengan harga Rp48.000 per rak, padahal di pasar harganya bisa lebih dari Rp50.000,” ujarnya.
Kepala Dinas Pangan Sulteng, Rohani Mastura, meninjau sekaligus membuka secara langsung GPM guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kegiatan ini merupakan pelaksanaan (GPM) yang kedua dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri. Tujuannya untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan serta mengendalikan inflasi menjelang HBKN dengan menyasar masyarakat berdaya beli rendah,” ujarnya di sela kegiatan yang berlangsung.
Rohani menjelaskan, terdapat sembilan komoditas pangan yang disubsidi oleh Dinas Pangan dengan dukungan sarana dan prasarana dari Badan Pangan Nasional serta tambahan subsidi dari pemerintah daerah. Di samping itu, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas bahan pokok dengan harga subsidi, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.
“Barang-barang bersubsidi biasanya cepat habis, bahkan hanya dalam waktu 30 menit hingga paling lama satu jam. Masyarakat juga mengantre, dan setiap orang dibatasi pembeliannya, yakni maksimal 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, dan 2 liter minyak goreng,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, tersedia stok beras sekitar 4 ton, gula pasir 1 ton, minyak goreng 800 liter, telur 200 rak, dan tepung terigu 1 ton. Sementara harga yang ditetapkan, yakni gula pasir Rp12.000 per kilogram, minyak goreng kemasan 2 liter Rp35.000, beras premium Rp65.000 per 5 kilogram, dan telur Rp48.000 per rak.
Rohani menambahkan, minat masyarakat paling tinggi terhadap tiga komoditas, yakni minyak goreng, gula pasir, dan beras.
“Kegiatan ini tidak mensyaratkan ketentuan khusus. Namun, pembelian dibatasi per orang sesuai ketentuan yang telah diumumkan sebelumnya. Program ini berlaku untuk umum dengan prioritas bagi masyarakat yang telah lebih dahulu mengantre,” terangnya.
**
Penulis: Retno Rerung | Editor: Agung Ramadhan

Leave a comment