Kemudian dari Environment Engineer PT Vale IGP Morowali, Anwar Rosyid menjelaskan, pengelolaan lingkungan dilakukan melalui pengendalian air limpasan tambang, pemantauan kualitas air dan udara, pengelolaan limbah, serta reklamasi dan revegetasi pascatambang.
“Pengelolaan lingkungan menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan dan dijalankan dengan kepatuhan perizinan serta pemantauan berkelanjutan,” ujarnya.
Keikutsertaan PT Vale Indonesia, anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID), dalam agenda peningkatan kapasitas wartawan tersebut dinilai memperkaya referensi faktual bagi peserta UKW, khususnya terkait tata kelola pertambangan di wilayah Morowali.
Uji Kompetensi Wartawan Lokal
Perwakilan PWI Sulteng, Mahmud Mattangara, mengapresiasi dukungan PT Vale dalam pelaksanaan UKW tahun ini. Terdapat lebih 20 pendaftar ujian, namun sebanyak 15 wartawan yang dapat mengikuti proses uji kompetensi ini.
“Dukungan ini (Vale Indonesia) sangat membantu peningkatan kualitas wartawan lokal agar lebih profesional ke depan,” ujar Mahmud.
Sementara itu, tim penguji Dewan Pers Eko Pamuji turut mengapresiasi semangat dan niat peserta mengikuti UKW.
“Saya bangga atas semangat dan niat teman-teman yang besar untuk menjadi wartawan yang berkompeten. Hasilnya insha allah tidak mengeceawakan. Dengan kata lain, dari semua yang ikut UKW ini seluruhnya dikatakan kompeten,” ungkapnya saat menjelang penutupan kegiatan pada Rabu (4/2/2026).
Ia juga mengingatkan kepada seluruh peserta wartawan agar terus menjaga kompetensinya dengan memperhatikan kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas kewartawanan.
“Ketika kita sudah dikatakan kompeten, ada satu hal yang tidak boleh kita lakukan, yaitu petantang petenteng. Jangan sama sekali kita melakukan hal seperti itu. Kompetensi ini harus terus kita jaga,” ujarnya.
(kq/gx)
Leave a comment