KONEQ.ID – Masjid Raya Baitul Khairaat yang baru direnovasi dan diresmikan pada akhir tahun 2025 lalu, kini telah mematangkan persiapan untuk menyambut jamaah dalam melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Plt. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Rustam Aripuddin, mengungkapkan perlu mengantisipasi lonjakan jamaah. Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat pada salat Jumat perdana menjadi indikator kuat bahwa jumlah jamaah diperkirakan akan membludak pada 10 hari pertama Ramadan.
“Persiapannya (Masjid Raya) mulai dari menyambut jamaah, pelayanan takjil, hingga pelaksanaan rangkaian ibadah seperti ceramah Ramadan, salat Tarawih, dan salat Subuh, ujar Rustam saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/2/2026).
Ia mengatakan fenomena yang lazim terjadi pada awal Ramadan ini, diharapkan tidak hanya menghadirkan lonjakan kehadiran, tetapi juga peningkatan kekhusyukan dan partisipasi ibadah sepanjang bulan suci Ramadhan.
Sementara itu, Rustam juga menyampaikan terkait penyediaan tempat bagi pelaku UMKM di sekitar masjid hingga kini belum disiapkan secara khusus. Meskipun demikian, terdapat rencana dari pihak perbankan seperti Bank Indonesia (BI) untuk memfasilitasi aktivitas UMKM.
Untuk itu, keberadaan UMKM masih dibatasi agar tidak mengubah keindahan dan ketertiban lingkungan masjid. Apabila nantinya ada lembaga yang ingin berpartisipasi, penataan teknis akan dikoordinasikan dengan pengelola masjid, persetujuan akhir tetap berada pada pimpinan.
“Harapannya seluruh jamaah, baik dari Kota Palu maupun dari luar daerah, dapat menyempatkan diri melaksanakan salat Magrib, Isya, dan Tarawih di Masjid Raya Baitul Khairaat sebagai salah satu ikon kebanggaan Sulawesi Tengah,” pungkas Rustam.
(kq/rr)

Leave a comment