Ambisi Kopi Kenangan dalam ekspansi gerai dan peningkatan kinerja keuangan merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk melantai di bursa efek. Kopi Kenangan terus berupaya untuk meningkatkan tata kelola, termasuk menjaga kredibilitas laporan keuangan.
“Dalam delapan tahun terakhir, kami secara konsisten mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian dari auditor eksternal Big Four,” kata Edward.
Kopi Kenangan juga terus memperkuat kesiapan melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana di Bursa Efek. Upaya yang dilakukan mulai dari uji tuntas, pemeriksaan pajak, dan kepatuhan perizinan.
Selain itu, sejalan dengan Peta Jalan IPO, Kopi Kenangan terus mempercepat proses pelaporan keuangan, memperkuat proses bisnis dan pengendalian internal, serta pemanfaatan teknologi dan analitik dalam meningkatkan tata kelola dan pengambilan keputusan.
Berdiri pada 2017, Kopi Kenangan terus mengakselerasi ekspansi ke berbagai wilayah Indonesia. Pada 2020 di tengah pandemi, Kopi Kenangan juga melakukan inovasi. Tak hanya menjual kopi, melainkan merambah ke kategori makanan seperti roti dan soft-baked cookies. Kopi Kenangan memiliki visi menjadi perusahaan F&B terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.
Kopi Kenangan merupakan startup yang telah berkembang menjadi unicorn di Indonesia. Sejumlah investor di balik Kopi Kenangan di antaranya Alpha JWC Ventures, Horizons Ventures, Sequoia Capital India, dan Tybourne Capital Management.
Kopi Kenangan terakhir kali memperoleh pendanaan Seri C senilai USD96 juta atau Rp1,35 triliun pada Desember 2021. Pendanaan tersebut dipimpin Tybourne Capital Management dan menempatkan status unicorn pada Kopi Kenangan.
(kq/gx)
Leave a comment