KONEQ.ID – Kunjungan perdana Presiden Prabowo Subianto di Ibu Kota Negara (IKN), pada Senin dan Selasa lalu, menguatkan sekaligus meninjau pembangunan IKN. Prabowo pun memberikan catatan koreksi terkait Gedung hingga Fasilitas Umum (Fasum).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkap sejumlah arahan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pembangunan kawasan IKN. Hal itu disampaikan presiden kepada Badan Otorita IKN.
Menurut dia, presiden memberikan masukan terkait akses jalan, desain gedung pemerintahan dan fasilitas umum (fasum), serta fungsi beberapa titik strategis yang harus bisa dimanfaatkan dengan baik dan nyaman.
“Pagi hari Selasa, 13 Januari 2025 mengunjungi beberapa titik pembangunan serta menerima paparan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono,” ujar Teddy dikutip dari Bloomberg, Rabu (14/01/2026).
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga mengungapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan digunakan untuk legislatif dan yudikatif. Harapannya, fasilitas itu bisa selesai pada 2028.
Kedua, Presiden Prabowo memberikan koreksi terhadap desain hingga fungsi infrastruktur yang ada di IKN, serta meminta Otorita IKN dan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) untuk memperbaikinya.
“[Untuk IKN] catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan. Supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” ujar Prasetyo.
Dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026 (UU APBN 2026) tercantum alokasi anggaran untuk Otorita Ibu Kota Nusantara sebesar Rp6,26 triliun. Anggaran ini terdiri dari program dukungan manajemen Rp552,97 miliar dan program pengembangan kawasan strategis Rp5,7 triliun.
Angka ini terbilang rendah dibanding total alokasi yang dianggarkan untuk IKN pada tahun-tahun sebelumnya di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang mencapai puluhan triliun.
Secara akumulasi, realisasi anggaran untuk IKN pada periode awal 2022 sampai 2024 tercatat sebesar Rp75,8 triliun. Secara rinci, realisasi 2022 sebesar Rp5,5 triliun, realisasi 2023 sebesar Rp27,0 triliun, dan realisasi sementara pada 2024 mencapai Rp43,3 triliun.
(kq/gx)

Leave a comment