“Masih ada hal-hal yang perlu dilakukan oleh para insinyur software engineer. Bahkan jika para developer software hanya mengerjakan 10% dari pekerjaan, mereka tetap memiliki tugas, atau mereka dapat naik level. Tapi itu tidak akan berlangsung selamanya,” jelas Amodei.
Di samping itu, pemutusan hubungan kerja (PHK) dan masa depan pekerjaan di tengah kemajuan AI termasuk di antara topik yang terbanyak dibahas di WEF 2026. Walaupun beberapa pembicara tampaknya menghindari topik tersebut dengan menekankan bahwa bot dan manusia dapat bekerja sama.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebut AI sebenarnya menciptakan peran “keahlian” bergaji tinggi untuk tukang ledeng, tukang listrik, dan pekerja baja. Gaji untuk beberapa pekerja ini di Amerika Serikat (AS) telah berlipat ganda, mencapai angka enam digit dalam kasus tertentu.
“Sektor energi menciptakan lapangan kerja. Industri cip menciptakan lapangan kerja. Lapisan infrastruktur menciptakan lapangan kerja. Lapangan kerja, lapangan kerja, lapangan kerja! Ini luar biasa,” katanya.
Menurut Jensen, Ini adalah pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia. Industri ini akan menciptakan banyak lapangan kerja.
“Sungguh luar biasa bahwa pekerjaan-pekerjaan tersebut terkait dengan keahlian teknis. Setiap orang seharusnya dapat memperoleh penghasilan yang layak. Anda tidak perlu memiliki gelar PhD di bidang ilmu komputer untuk melakukannya, dan saya senang melihat hal itu,” imbuhnya.
(kq/gx)

Leave a comment