KONEQ.ID – Para pemimpin perusahaan global yang berkumpul pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, turut membahas kekhawatiran adanya bubble atau gelembung ekonomi atas Industri Teknologi artificial intelligence (AI). Pihak dari BlackRock Inc., Anthropic, dan Nvidia menjelaskan bagaimana industri tersebut berjalan saat ini dan masa mendatang.
Agenda diskusi menjadi hal terhangat dalam pertemuan tahunan bergengsi ini saat beberapa moderator menantang banyak panelis atas skenario bubble, yang mengacu pada valuasi perusahaan jauh lebih cepat melebihi nilai riilnya saat ini.
Bos perusahaan manajemen aset terbesar di dunia BlackRock Inc., Larry Fink menyatakan bahwa pengembangan teknologi kecerdasan buatan masih berlanjut dan diperlukan.
“Saya tidak berpikir ada ketidakpastian tentang AI. Saya adalah orang yang amat mempercayai bahwa tidak ada bubble di AI,” dalam wawancara Bloomberg Television dikutip Senin (26/1/2026).
Investasi yang digelontorkan terkait AI dalam tahun-tahun terakhir adalah upaya mendorong pertumbuhan global kata Fink, namun tidak mengelak juga terdapat fakta ada beberapa berujung dengan kegagalan.
“Meskipun demikian, seperti halnya dalam segala hal di kapitalisme, akan ada beberapa kegagalan besar. … Akan ada beberapa pemenang besar dan beberapa pecundang. Tetapi saya percaya modal yang dibutuhkan untuk membangun AI adalah salah satu peluang besar bagi dunia di masa mendatang,” cerita Fink dilansir Rest of World.
Ia mengatakan ada pergerakan dari beberapa investor untuk diversifikasi dari aset dolar AS karena mereka memiliki “alokasi yang luar biasa berlebihan.” Fink memperkirakan terjadi realokasi sebesar 5%, tetapi meragukan pergeseran di masa depan karena pertumbuhan ekonomi AS.
Leave a comment