KONEQ.ID – Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XXIII/Palaka Wira menjadi tuan rumah rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Tengah, dengan membahas berbagai isu strategis terkait stabilitas keamanan serta percepatan pembagunan daerah Sulawesi Tengah. Kegiatan berlangsung di Aula Songgolangi Makodam XXIII/Palaka Wira, Kamis (29/01/2026).
Rapat koordinasi dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tengah Anwar hafid dan dihadiri sejumlah unsur pejabat Forkopimda, di antaranya Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Mohammad Arus Abdul Karim, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Endi Sutendi.
Adapun Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Kepala BIN Daerah Sulawesi Tengah, Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah, Danlanal Palu, serta Danden AU.
Kepala Penerangan Kodam XXIII/Palaka Wira, Letkol Inf. Ronald Michael Patty menerangkan berbagai pembahasan agenda rapat, antara lain Pemetaan ancaman potensi bencana alam dan dampak lingkungan, Penertiban Pertambangan Emas tanpa izin (PETI), Penanganan peredaran Narkoba, Pemindahan pelabuhan penyeberangan penumpang, sosialisasi KUHAP dan KUHP tahun 2026, Stabilitas Ekonomi menyongsong bulan suci Ramadhan dan Idulfitri 1447/H/2026 dan Pengawasan WNA di Sulteng.
“Rapat berjalan konstruktif, masing-masing pejabat Forkopimda memaparkan sejumlah hal terkait agenda pembahasan dan menghasilkan rekomendasi strategis sebagai langkah-langkah yang akan dilakukan dalam jangka pendek dan jangka panjang”, ungkap Ronald.
Pembahasan lainnya juga mengantisipasi cuaca ekstrem di Sulawesi Tengah yang terjadi belakangan ini, Forkopimda menghimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.
Melalui rapat koordinasi ini, Kodam XXIII/Palaka Wira bersama Forkopimda Sulawesi Tengah menegaskan komitmen untuk terus bersinergi menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tengah.
(kq/gx)
Leave a comment