KONEQ.ID – Pasar Modal Indonesia mengalami guncangan hebat dengan penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 7,35% ke level 8.320 pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026).
Sejak perdagangan dibuka, IHSG langsung anjlok 6%, bahkan sempat mengalami trading halt atau pembekuan sementara perdagangan.
Kondisi ini diketahui dampak dari pengumuman hasil keputusan MSCI (Morgan Stanley Capital International), yang salah satu poin utamanya adalah pembekuan proses rebalancing indeks MSCI atau tidak melakukan penambahan maupun pengurangan konstituen perusahaan tercatat Indonesia.
Sekretaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menegaskan komitmen meningkatkan kredibilitas pasar modal serta memperkuat koordinasi dengan MSCI, yang akan dilakukan bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yaitu PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) serta dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami memandang masukan yang disampaikan MSCI adalah bagian penting dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia” ungkap Kautsar dalam keterangannya.
Ia menjelaskan bahwa pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor.
“Kami berkomitmen untuk mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI,” ujarnya.
Kautsar menyampaikan komitmen ini diwujudkan melalui penguatan transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi yang lebih akurat dan andal, sesuai dengan praktik terbaik secara global dan ekspektasi pemangku kepentingan global.
Sebagai bagian dari langkah konkret yang telah dilakukan, BEI telah menyampaikan pengumuman data free-float secara komprehensif melalui website resmi BEI sejak 2 Januari 2026, serta akan disampaikan secara rutin setiap bulannya.
Lanjut Kaursar, BEI bersama SRO dan OJK akan terus berkoordinasi dengan MSCI guna memastikan keselarasan pemahaman serta implementasi peningkatan transparansi informasi.
“Melalui koordinasi yang berkesinambungan ini, kami optimistis dapat terus memperkuat daya saing Pasar Modal Indonesia di tingkat global, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap Pasar Modal nasional,” pungkasnya.
Sebagai informasi MSCI Inc. adalah perusahaan keuangan Amerika yang berkantor pusat di New York. MSCI menyediakan data, teknologi serta penyedia global indeks saham hingga alat analisis portofolio multi-aset.
(kq/gx)
Leave a comment