KONEQ.ID – Danantara dinilai berpeluang menjadi faktor kunci yang menggerakan dan mengangkat valuasi pasar saham Indonesia pada tahun 2026. Hal itu disebutkan JPMorgan dalam risetnya yang tertanggal 2 Desember 2025 lalu.
JPMorgan menyebut Danantara berpotensi menjadi ‘value-up story’ Indonesia, seiring perannya yang semakin strategis dalam reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), penyaluran investasi, hingga dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Kami meyakini Danantara dapat menjadi faktor penentu yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” kata analis JPMorgan dilansir dari rilisan Tim Riset IDX Channel, Kamis (1/1/2026)
Menurut lembaga keuangan global tersebut, pemisahan peran yang jelas antara BPI Danantara sebagai holding, Danantara Asset Management (DAM), dan Danantara Investment Management (DIM) menjadi fondasi penting.
Struktur ini dinilai krusial untuk memisahkan kewajiban pelayanan publik dan dorongan profitabilitas di BUMN, sehingga kinerja dan imbal hasil perusahaan pelat merah dapat meningkat secara berkelanjutan. Eksekusi Danantara pada 2026 dipandang sebagai katalis utama re-rating valuasi pasar.
Berbeda dengan anggaran fiskal, Danantara memiliki fleksibilitas untuk menghimpun pendanaan eksternal, mengelola investasi, dan menyalurkan belanja pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Prakiraan Kapasitas Penyaluran Kas
JPMorgan memperkirakan kapasitas penyaluran kas Danantara pada 2026 bisa mencapai sekitar USD12 miliar, setara tambahan sekitar 0,8 persen terhadap PDB Indonesia, belum termasuk efek pengganda dari proyek investasi.
Leave a comment