Home Humaniora Perfilman Nasional Lampaui Asing, Sineas Sulteng: Bangga Film Indonesia
HumanioraIndex

Perfilman Nasional Lampaui Asing, Sineas Sulteng: Bangga Film Indonesia

59
517247027 10227559074674988 4683993522337276707 n
Yusuf Radjamuda. (Sumber: Dok. Pribadi/FB)

KONEQ.ID–  Industri perfilman Indonesia mencatat tonggak sejarah baru pada tahun 2024 lalu. Untuk pertama kalinya, jumlah film nasional yang tayang di layar lebar melampaui jumlah film asing. Berdasarkan data Lembaga Sensor Film (LSF) periode 2021-2024, jumlah film Indonesia yang tayang mengalami lonjakan signifikan dari tahun ke tahun.

Sineas lokal Sulteng, Yusuf Radjamuda mengatakan, sebuah pencapaian yang baik dan membawa harapan untuk industri film Indonesia. Saat ini geliat film regional atau sebut saja film-film yang diproduksi di luar Jakarta, mulai ramai dan mampu berbicara di festival film nasional maupun Internasional.

 “Menurutku ini juga menjadi salah satu faktor penonton mulai bangga dengan film Indonesia, ditambah lagi kualitas film yang makin membaik membuatnya mendapatkan tempat di hati penontonnya”, ujar Yusuf, kamis (03/04/2025).

Pada tahun 2021, film nasional yang tayang di bioskop hanya berjumlah 75 judul, sementara film asing mencapai 161 judul. Namun, angka ini terus meningkat pada tahun 2022 menjadi 172 film nasional dan 180 film asing. Lalu  di tahun 2023 terdapat 204 film nasional dan 228 film asing. Puncaknya, terjadi pada 2024, jumlah film nasional melonjak drastis menjadi 285 dan mengungguli film asing yang berjumlah 255.

Yusuf Radjamuda dikenal dengan Halaman Belakang Films, sebagau Sutradara Film dan Penulis Skenario, mengungkapkan faktor utama yang mendorong meningkatnya produksi film nasional yaitu, Sumber Daya manusia, kemudian maraknya workshop-workshop film, festival film, dan munculnya sekolah-sekolah film.

“Banyaknya Investor dan PH (Production House) dengan Production Value yang mulai meningkat, cerita-cerita yang segar dan dekat dengan kehidupan sosial budaya masyarakat dan Pemerintah juga punya tanggung jawab yang besar sebagai support system perfilman Indonesia” katanya.

Kenaikan jumlah film nasional ini mencerminkan pertumbuhan industri kreatif dalam negeri serta meningkatnya minat masyarakat terhadap karya anak bangsa. Pemerintah, melalui berbagai kebijakan dan dukungan terhadap industri perfilman, turut berperan dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi sineas lokal untuk terus berkarya.

(kq/rv)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Pemprov Sulteng Komitmen Percepat Strategi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Koneq Media Integra Agung Ramadhan
PemerintahIndex

Pemprov Sulteng Komitmen Percepat Strategi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) berkomitmen mempercepat upaya penurunan...

OJK BEI dan KSEI Tuntanskan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia Koneq Media Integra
KorporatIndex

Perubahan Kebijakan Saham Free Float dan Tata Kelola Perusahaan Mulai Berlaku

KONEQ.ID – Bursa Efek Indonesi (BEI) telah melakukan penyesuaian Peraturan Bursa Nomor...

Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR BPN Nusron Wahid di UIN Datokarama Palu Koneq Media Integra Agung Ramadhan
PemerintahIndex

Menteri ATR/BPN Sebut Sulteng Baru Capai 27 Persen Sertifikasi Tanah Wakaf

KONEQ.ID –  Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkap sertifikasi...

Efendi Lakada Resegmentasi Bisnis Hotel BW Plus Coco Palu Siasati Dampak Kebijakan Anggaran Pemerintah Agung Ramadahan Koneq Media Integra
KorporatIndex

Resegmentasi Bisnis, Hotel BW Plus Coco Palu Siasati Dampak Kebijakan Anggaran

KONEQ.ID – General Manager Hotel Best Western (BW) Plus Coco Palu, Efendy...