KONEQ.ID– Industri perfilman Indonesia mencatat tonggak sejarah baru pada tahun 2024 lalu. Untuk pertama kalinya, jumlah film nasional yang tayang di layar lebar melampaui jumlah film asing. Berdasarkan data Lembaga Sensor Film (LSF) periode 2021-2024, jumlah film Indonesia yang tayang mengalami lonjakan signifikan dari tahun ke tahun.
Sineas lokal Sulteng, Yusuf Radjamuda mengatakan, sebuah pencapaian yang baik dan membawa harapan untuk industri film Indonesia. Saat ini geliat film regional atau sebut saja film-film yang diproduksi di luar Jakarta, mulai ramai dan mampu berbicara di festival film nasional maupun Internasional.
“Menurutku ini juga menjadi salah satu faktor penonton mulai bangga dengan film Indonesia, ditambah lagi kualitas film yang makin membaik membuatnya mendapatkan tempat di hati penontonnya”, ujar Yusuf, kamis (03/04/2025).
Pada tahun 2021, film nasional yang tayang di bioskop hanya berjumlah 75 judul, sementara film asing mencapai 161 judul. Namun, angka ini terus meningkat pada tahun 2022 menjadi 172 film nasional dan 180 film asing. Lalu di tahun 2023 terdapat 204 film nasional dan 228 film asing. Puncaknya, terjadi pada 2024, jumlah film nasional melonjak drastis menjadi 285 dan mengungguli film asing yang berjumlah 255.
Yusuf Radjamuda dikenal dengan Halaman Belakang Films, sebagau Sutradara Film dan Penulis Skenario, mengungkapkan faktor utama yang mendorong meningkatnya produksi film nasional yaitu, Sumber Daya manusia, kemudian maraknya workshop-workshop film, festival film, dan munculnya sekolah-sekolah film.
“Banyaknya Investor dan PH (Production House) dengan Production Value yang mulai meningkat, cerita-cerita yang segar dan dekat dengan kehidupan sosial budaya masyarakat dan Pemerintah juga punya tanggung jawab yang besar sebagai support system perfilman Indonesia” katanya.
Kenaikan jumlah film nasional ini mencerminkan pertumbuhan industri kreatif dalam negeri serta meningkatnya minat masyarakat terhadap karya anak bangsa. Pemerintah, melalui berbagai kebijakan dan dukungan terhadap industri perfilman, turut berperan dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi sineas lokal untuk terus berkarya.
(kq/rv)
Leave a comment