KONEQ.ID – Indibiz Telkom berkolaborasi dengan Hannah Asa Indonesia menggelar kegiatan bertajuk “Cerdas Finansial Meningkatkan Literasi Keuangan UMKM Menuju Bisnis Berkelanjutan”, di Q-NAY Coffee Palu, Rabu (14/5/2025).
Mardiyah, pendiri Hannah Asa Indonesia sebagai pemateri dalam pemaparannya, menjelaskan tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM saat ini adalah rendahnya tingkat literasi keuangan.
“Jadi berdasarkan data dari Populix tahun 2022, sebanyak 52% masyarakat Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental dan 59% di antaranya disebabkan oleh masalah keuangan,” ungkapnya.
Selain itu, faktor yang memengaruhi rendahnya literasi keuangan UMKM, salah satunya, yaitu tingkat pendidikan formal yang terbatas.
“Kenapa pendidikan? Karena pemahaman soal keuangan belum menjadi bagian penting dari proses belajar sejak kecil, akses informasi yang terbatas juga memengaruhi rendahnya tingkat literasi keuangan, selain itu faktor budaya lokal dan faktor usia juga menjadi hambatan tersendiri” ujarnya.
Menurutnya, banyak anak muda yang enggan belajar tentang keuangan karena merasa belum perlu, padahal investasi sebaiknya dimulai sejak dini. Ia juga menekankan bahwa kemampuan untuk merencanakan dan mengelola keuangan pribadi menjadi kunci untuk bertahan menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
“Saya baca terakhir ada 283 pabrik bangkrut. Kalau satu pabrik punya 100 karyawan, artinya lebih dari 28 ribu orang terdampak PHK. Nilai tukar rupiah yang melemah, penurunan penjualan UMKM, pasar saham yang terus menurun, defisit APBN, serta utang negara yang mencapai Rp800 triliun dan akan jatuh tempo dalam waktu dekat” jelas Mardiyah.
Mardiyah juga memberikan tiga langkah penting yang harus dilakukan masyarakat agar lebih siap secara finansial, yaitu dengan membuat perencanaan keuangan yang rinci, meningkatkan kemampuan dalam mengelola dan menggunakan keterampilan keuangan dan membudayakan literasi keuangan sejak usia muda.
(kq/rn)
Leave a comment