Kedaulatan Digital Bagi Masa Depan Generasi Bangsa
Melansir laporan East Venture – Digital Competitiveness Index (EV-DCI), kedaulatan digital menjadi kunci bagi Indonesia untuk memastikan pemanfaatan dan perlindungan sumber daya digitalnya secara optimal. Hal ini semakin penting dalam menyambut era dividen demografi, di mana Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan Generasi Emas yang siap menghadapi tantangan dan peluang di era digital.
Untuk mendorong mereka berkontribusi dalam membangun ekonomi digital yang kuat dan berkelanjutan. Terdapt beberapa faktor kunci yang dapat dilakukan untuk memperkuat generasi ini meliputi Pemanfaatan dividen demografi; adopsi teknologi terkini dan pemberdayaan masyarakat produktif demi membentuk generasi digital, serta memastikan tersedianya peluang kerja yang relevan.
Kedua, Penguatan ekonomi digital; peningkatan infrastruktur digital dan implementasi program digital pemerintah, serta penguatan ekonomi dan partisipasi masyarakat digital.
Terakhir, Dukungan pemerintahan digital; penerapan regulasi yang kuat dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Penguatan tiga faktor ini tidak hanya menjamin masa depan cerah tetapi juga meletakkan fondasi untuk masa depan yang makmur dan inovatif, serta memastikan tercapainya kedaulatan digital.
Melihat peningkatan daya saing digital Indonesia tentu menjadi kebanggan bagi seluruh masyarakat tak terkecuali di Sulawesi Tengah. Namun demikian, disparitas di berbagai daerah yang semakin melebar tentu tidak terlepas dari peran Pemerintah baik di pusat maupun daerah.
Perubahan digital sangat cepat terjadi di tengah masyarakat, sehingga tidak banyak juga yang menerika dampak positif maupun negatifnya. Keberadaan Pemerintah sepatutnya mampu mendorong program-program inisiatif yang lebih adaptif dengan perubahan sebagai bentuk pembangunan daerah. Dengan memberikan atensi yang lebih baik dan melihat secara menyeluruh permasalahan di tengah masyarakat.
Khusus pada konteks daya saing digital, ke depannya tantangan digital terus mengalami perubahan sehingga diperlukan berbagai penyesuaian program-program digitalisasi yang tidak hanya terjadi secara seremonial di ruang-ruang tertentu, melainkan dapat langsung menyentuh masyarakat dengan memberikan keterbukaan akses ke publik dengan Pendidikan secara formal-informal yang baik, Ketersediaan sarana-prasarana yang memadai, serta Pengembangan ekonomi digital yang terintegrasi antara perkotaan maupun pedesaan.
Penulis: Agung Ramadhan, S.I.Kom, M.I.Kom.
Leave a comment