Minggu , 15 Februari 2026
Home Korporat BEI 2024 Catatkan Rekor Tertinggi, Tapi Kinerja Indeks Terburuk ASEAN
KorporatIndexKeuangan

BEI 2024 Catatkan Rekor Tertinggi, Tapi Kinerja Indeks Terburuk ASEAN

25
kontradiktif bei 2024 catatkan rekor tertinggi tapi kinerja indeks terburuk 1735624451
Bursa Efek Indonesia Imbau Sekuritas. (Sumber: Ist.)

KONEQ.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perjalanan tahun 2024 dengan catatan yang memukau sekaligus memilukan. Di satu sisi, BEI mencatatkan rekor tertinggi dalam kapitalisasi pasar (market cap), sementara di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan, menjadikannya sebagai indeks dengan kinerja terburuk di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

BEI telah mencetak tonggak sejarah baru di tahun 2024 dengan market cap mencapai Rp13.475 triliun, sehingga mencatatkan rekor tertinggi atau All Time High (ATH) sepanjang masa.

“Pada tanggal 19 September 2024, market cap kita pernah mencapai all-time high,” kata Direktur Utama BEI, Iman Rachman dalam keterangan resminya dikutip dari IDX Channel, Senin (30/12/2024).

Menurutnya, kenaikan market cap BEI tersebut sejalan dengan kenaikan IHSG yang juga beberapa kali mencetak ATH. Di samping itu, juga dikontribusikan pertumbuhan jumlah emiten di BEI yang saat ini menembus 947 perusahaan tercatat.

Iman mencatat, perusahaan yang go-public pada tahun ini mencapai 41 emiten dengan dana initial public offering (IPO) mencapai Rp14,3 triliun. Meski jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan IPO pada 2023, Iman memastikan minat perusahaan untuk melakukan IPO masih sangat tinggi.

Masih dari sumber informasi yang sama. Sepanjang 2024, BEI mencatat ada dua emiten yang melakukan penghimpunan dana IPO cukup besar, yakni  PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang merupakan perusahaan spin-off dari PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) serta perusahaan perabot rumah tangga asal Malaysia, PT Daya Intiguna Yasa Tbk atau MR.DIY (MDIY).

Sementara itu, keberhasilan market cap dengan catatan rekor tertinggi berbanding terbalik dengan kinerja IHSG yang turun 2,65% sepanjang tahun 2024.

Head of Research NH Korindo Sekuritas Liza Camelia, dilansir dari Kontan, mengatakan, tahun 2024 bukan merupakan tahun yang ideal bagi IHSG. Pasalnya, kinerja IHSG menjadi indeks terburuk di ASEAN. Tepat di atas IHSG, ada indeks Thailand atau SET Index yang terkoreksi 1,10% per Senin (30/12). Sementara, indeks Singapura yaitu Straits Times Index STI menjadi yang tertinggi di ASEAN dengan penguatan 17,14%.

“Catatan ini menjadi penurunan tahunan pertama IHSG sejak 2020, ketika indeks terpangkas hingga 5% akibat dampak pandemi Covid-19,” jelas Liza dalam riset yang dirilis, Senin (30/12).

Secara historis, IHSG berhasil menguat 6,16% pada 2023. Sementara di tahun 2022, IHSG mampu naik 4,09% dan pada tahun 2021, IHSG berhasil melesat 10,08%.

“Kinerja IHSG yang loyo mencerminkan tantangan besar yang dihadapi pasar sepanjang tahun, baik dari tekanan global maupun dinamika domestik,” kata Liza.

Menurutnya, dari sisi global, penurunan suku bunga The Fed yang tak sesuai dengan ekspektasi telah menyebabkan aliran modal asing keluar dari pasar negara berkembang termasuk Indonesia. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang semakin perkasa dengan menguat 7% sepanjang 2023 turut meningkatkan tekanan pada mata uang di negara berkembang.

Liza menyebut pelemahan ekonomi China dan memanasnya konflik global di Timur Tengah dan Eropa Timur serta munculnya kekhawatiran atas risiko perdagangan di bawah pemerintahan Donald Trump juga mempengaruhi IHSG. Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah imbas penguatan dolar AS, lesunya daya beli masyarakat dan perubahan kebijakan pemerintahan baru serta gejolak politik dalam negeri telah memengaruhi pergerakan IHSG. 

(kq/gx)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Menteri Keuangan Purbaya di Kegiatan Wisuda UIi
EkoBizIndex

Sektor Swasta Punya Peran Kunci Ekspansi Ekonomi Jangka Panjang

KONEQ.ID – Sektor swasta dianggap memiliki peran kunci dalam melakukan ekspansi ekonomi...

Hotel Khas Palu Berbagi dan Sajikan Cita Rasa Berkah Ramadhan Dokumentasi Foto Agung Koneq
EkoBizIndex

Hotel Khas Palu Berbagi dan Sajikan Cita Rasa Berkah Ramadhan

KONEQ.ID – Hotel Khas Palu menyajikan “Cita Rasa Berkah Ramadhan” dengan berbagi...

Pasokan Pangan Melimpah Importir Diingatkan Tidak Mainkan Harga saat Ramadan 2026 2 1
EkoBizIndex

Pasokan Pangan Melimpah, Importir Diingatkan Tidak Mainkan Harga saat Ramadhan

KONEQ.ID – Pasokan pangan seperti beras hingga telur ayam melimpah dalam kondisi...

Talkshow Outlook Bisnis Property Sulteng 2026 PWI Sulteng 1
PemerintahIndex

Kepala BP3KP Sebut 300 Ribu Warga Sulteng Belum Punya Rumah

KONEQ.ID – Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sulawesi...