KONEQ.ID – Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, kembali menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan daerah dan menarik minat investasi. Hal itu disampaikan saat temu media yang berlangsung di Melenium Waterpark Palu, Selasa (20/5/2025).
Chandra menyebut bahwa provinsi ini memiliki sedikitnya 1,1 juta hektare lahan yang siap dimanfaatkan oleh investor. Bahkan, terdapat 3,5 juta hektare lahan potensial untuk sektor peternakan, khususnya di wilayah Donggala. Selain itu, ekspor komoditas seperti kelapa ke negara seperti Vietnam menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah memiliki daya saing di pasar global.
“Saya pikir Sulteng ini punya potensi besar, hanya belum ada sinergi antara para pemegang kekuasaan dan timnya untuk membuka potensi ini kepada investor, kami mencoba menjadi penghubung, konektor dan kami juga ingin mengajak teman-teman media untuk berperan di dalamnya,” ucap Wijaya
Ia pun menyoroti peran media yang dinilai belum sepenuhnya mendukung narasi pembangunan daerah. Informasi yang disajikan oleh media lokal dinilai terlalu berfokus pada isu-isu negatif seperti kriminalitas, korupsi, dan bencana. Hal ini dapat menciptakan citra daerah yang kurang kondusif bagi investor, sehingga menurunkan minat investasi.
Dalam hal ini Chandra menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, media, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan dan menarik investasi. Penguatan sektor pariwisata, pemanfaatan sumber daya alam, serta promosi komoditas unggulan menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi daerah dan mengurangi angka pengangguran.
“Dulu saya sempat lihat di berita sulteng ada informasi harga komoditas beras, sambal, cengkeh, cokelat, dan lainnya. Tapi sekarang sudah tidak ada, sekarang semua berita online isinya soal begal, korupsi, kebakaran, banjir, dan sebagainya,” ungkapnya
Chandra memandang bahwa potensi ekonomi yang sangat besar di Sulaqesi Tengah belum dimanfaatkan secara optimal karena lemahnya koordinasi antarpemangku kepentingan.
(kq/rn)
Leave a comment