Minggu , 15 Februari 2026
Home EkoBiz Agro Wisata Kebun Anggur Duyu Bangkit Capai Omset 70 Juta Sekali Panen
EkoBizIndex

Agro Wisata Kebun Anggur Duyu Bangkit Capai Omset 70 Juta Sekali Panen

22
EQOZ MEDIA Agro Wisata Kebun Anggur Duyu Bangkit Capai Omset Rp 70 Juta Sekali Panen FOTO Retno scaled 1
Alan, pengelola Kebun Anggur Duyu Bangkit, Kota Palu. (Sumber: Retno)

KONEQ.ID – Agro wisata Kebun Anggur Duyu Bangkit mampu mencapai omset Rp 70 Juta dalam sekali masa panen. Kebun yang berada di Kelurahan Duyu Kota Palu ini menjadi salah satu destinasi wisata yang membuka peluang ekonomi bagi masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Kebun anggur duyu bangkit memiliki kelompok-kelompok petani yang mengelola agro wisata tersebut. Salah satu pengelola, Alan mengatakan masyarakat kelurahan Duyu kini mulai membuahkan hasil menggembirakan dengan mengembangkan kebun anggur menjadi destinasi wisata.

“Untuk omsetnya tergantung banyak pohonnya, biasanya per panen mencapai 600 kilogram sampai 1 ton. Dalam setahun 2 kali panen, omsetnya itu mencapai Rp 70 juta dalam sekali masa panen”, ungkap Alan, Selasa (7/1/2025).

Di kebun anggur ini terdapat sejumlah jenis anggur, termasuk jenis anggur Nina, Everest, Transfiguration, Arra 15, Probolinggo 81, Akademik, Sansekerta, Sang prabu, Harold, Bison dan lain sebagainya.

Alan melanjutkan setiap kebun anggur dirawat oleh lima orang petani yang memiliki lokasi masing-masing sesuai dengan komitmen dan pembagian tugas yang jelas.

“Dengan lahan yang luas, terdapat 5 orang yang bertugas di setiap satu lokasi. Jadi yang kelola nanti mereka yang bagi rata hasilnya. Mereka memastikan kebun anggur tetap sehat, subur, dan siap untuk pengunjung”, ujarnya.

Masyarakat dapat makan anggur sepuasnya langsung di kebun hanya dengan biaya Rp 50.000. Selain itu, terdapat biaya lain jika ingin membawa pulang anggur dengan harga jual Rp 65.000 hingga Rp85.000 per kilogram.

“Panen anggur itu tiap bulan, tapi beda-beda titik lokasi. Wisata kebun anggur memberikan manfaat ekonomi jangka panjang karena anggur ini tidak ada punahnya. Harganya juga tidak turun dan tidak naik”, tutup Alan.

(kq/rn)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Menteri Keuangan Purbaya di Kegiatan Wisuda UIi
EkoBizIndex

Sektor Swasta Punya Peran Kunci Ekspansi Ekonomi Jangka Panjang

KONEQ.ID – Sektor swasta dianggap memiliki peran kunci dalam melakukan ekspansi ekonomi...

Hotel Khas Palu Berbagi dan Sajikan Cita Rasa Berkah Ramadhan Dokumentasi Foto Agung Koneq
EkoBizIndex

Hotel Khas Palu Berbagi dan Sajikan Cita Rasa Berkah Ramadhan

KONEQ.ID – Hotel Khas Palu menyajikan “Cita Rasa Berkah Ramadhan” dengan berbagi...

Pasokan Pangan Melimpah Importir Diingatkan Tidak Mainkan Harga saat Ramadan 2026 2 1
EkoBizIndex

Pasokan Pangan Melimpah, Importir Diingatkan Tidak Mainkan Harga saat Ramadhan

KONEQ.ID – Pasokan pangan seperti beras hingga telur ayam melimpah dalam kondisi...

Talkshow Outlook Bisnis Property Sulteng 2026 PWI Sulteng 1
PemerintahIndex

Kepala BP3KP Sebut 300 Ribu Warga Sulteng Belum Punya Rumah

KONEQ.ID – Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sulawesi...